Artikel

Ketua PMII JATIM Peringatkan Ketua ESDM JATIM Tak Asal…

PMII Galileo – Pernyataan kepala ESDM Jawa timur, setiajit, dalam seminar pertambangan yang dibiayai oleh PT. bumi seksesindo di Surabaya pada Kamis tanggal 22 November kemarin berbuntut panjang.

Ketua Pengurus Koprdinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mengingatkan agar setiajit tak asal bicara perihal pertambangan di Silo kabupaten Jember tersebut.

“Tentu sangat menyayangkan pernyataan itu bisa keluar dari seorang kepala dinas Jawa timur, mengingat baru dua hari yang lalu masyarakat silo datang menemui sekda Jatim dan komisi D DPRD provinsi Jawa timur, juga sowan menghadap kKyai Marzuki Mustamar untuk menggalang dukungan dan mengedarkan petisi penolakan tambang, lah kok sekarang bapak setiajit ini tiba-tiba muncul dengan statement yang ngawur dan tidak mempertimbangkan perasaan masyarakat silo”, ungkap Ketua PMII Jawa Timur (23/11/2018).

Abdul Ghoni menyarankan setiajit mempelajari sosio-kultural dan basis kehidupan masyarakat agraris jember timur terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan ngawur, ia menambahkan bahwa rencana proyek tambang emas silo bertentangan dengan sekian peraturan perundangan-undangan yang ada.

“Baiknya setiajit, belajar banyak hal tentang sosial-budaya dan tradisi agraris masyarakat Jember terlebih dahulu, juga pelajari sekian regulasi dan ancaman lingkungan yang akan terjadi pada masyarakat silo, sebelum memberikan pernyataan dengan landasan yang lemas” begitu tutup sarjana ilmu keperawatan tersebut.

 

Sumber : http://pmiinews.com

Agenda

KOPRI Rayon Pencerahan Galileo Adakan SIG

PMII Galileo-Sekolah Islam dan Gender yang dikenal dengan SIG merupakan kaderisasi tingkat dasar dalam tubuh KOPRI yang setara dengan MAPABA. Meskipun SIG ini diadakan oleh KOPRI tidak menutup kemungkinan kader putra juga dapat mengikuti sekolah ini. Sebagai, salah satu proker wajib KOPRI Rayon Pencerahan Galileo, maka diadakan SIG 2018 dengan tema “Eksistensi Gender dalam Konsep Islami” (3-4/03/2018).

Kegiatan SIG ini dilaksanakan diluar area Kampus Ulul Albab, tepatnya di Vihara Dharma Mitra. Pemilihan tempat ini selain karena tempatnya strategis, nyaman bagi peserta, juga dengan tujuan memberikan pesan bagi setiap peserta SIG betapa pentingnya toleransi antar umat beragama. Pelaksanaan SIG selama dua hari sejak Sabtu pagi (03/03/2018) hingga Minggu sore (04/03/2018) merupakan pilihan waktu yang tepat, dengan tujuan agar waktu liburan kader-kader galileo dapat diisi dengan kegiatan positif.

SIG kali ini, tidak hanya diikuti oleh kader puteri saja, akan tetapi juga terdapat kader putera yang berpartiipasi. “Tujuan SIG kali ini ingin mengubah konsep bahwa SIG hanya dikhususkan untuk kader puteri saja akan tetapi juga terbuka bagi kader putera. Dan terbukti dengan mulai berubahnya cara pandang peserta putera tentang memposisikan perempuan setelah menerima materi selama dua hari.” Sahabati Hani, selaku ketua pelaksana SIG kali ini merasa sangat senang dengan antusiasme dan keaktifan peerta SIG.

Selain tidak adanya batas peserta putera atau puteri, peserta SIG Rayon Pencerahan Galileo juga berasal dari rayon sebelah yakni dua kader dari Rayon Penyelamat Dja’far Syaifuddin serta 4 kader delegasi Rayon Penakluk Adawiyah. Kedatangan delegasi ini menjadi salah satu tanda bahwa dalam menuntut ilmu tidak ada sekat antar rayon. Sehingga, dengan ini semakin memperkuat rasa persahabatan (hablum minan nass) antar rayon.

Pemilihan tema SIG yakni, Eksistensi Gender dalam Konsep Islami memiliki tujuan untuk menguatkan kembali pemahaman peserta mengenai gender yang pada hakikatnya telah dari awal di jelaskan dalam Al Quran. Peserta SIG yang berjumlah sekitar 20 orang, dengan antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri-pemateri yang ahli dalam bidangnya. Pada tanggal 03 Maret terdapat empat materi wajib yaitu, Fiqih Peremuan, Hukum Islam di Indonesia, Gender dalam Perspektif Al quran dan Hadist, dan Konsep Dasar Islam. Sedangkan, di hari kedua terdapat dua materi tambahan yakni Pulic Speaking dan Kepemimpinan Perempuan.

“Dengan mengikuti SIG ini mampu merubah pola pikir aya yang mulanya merasa bahwa laki-laki lebih dan di atas perempuan kemampuannya. Namun, setelah menerima materi saya mengerti bahwa kesetaraan antara laki-laki dan perempuan telah ditegaskan dalam agama.” Di sampaikan oleh satu-satunya delegasi kader putera Rayon Pencerahan Galileo, Sahabat Nasruddin.

Sahabati Wida, selaku ketua KOPRI Rayon Pencerahan Galileo, menyampaikan, “Besar harapan saya di SIG selanjutnya jumlah peserta putera dan puterinya seimbang sehingga menghilangkan pandangan bahwa SIG hanya dikhususkan bagi kader puteri saja. Dengan SIG ini juga saya berharap para kader puteri dapat menjadi lebih tangguh dan percaya diri dan mau memimpin baik di organisasi ataupun lainnya.”

Diakhir acara, diadakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi peserta SIG. Setelah dilakukan voting ditetapkan adanya Follow Up pada Hari Minggu Ba’da Maghrib dengan dua materi utama, yaitu: Gender Perspektif Al Quran dan Hadist, serta materi kedua Perempuan dalam Ranah Politik. Tujuan Follow Up ini adalah untuk memantapkan kembali pemahaman peserta serta menambah khazanah pengetahuan yang mungkin belum tersampaikan dalam SIG.

“Bergeraklah, atau kau akan terlupakan.”

 

Oleh: N.

Berita

DPRD Bulukumba Siap Kawal PMII Tolak Revisi UU MD3…

PMII Galileo – Penolakan Revisi UU MD3 memicu banyak respon positif dari berbagai element, Sama halnya DPRD Bulukumba yang menyatakan penolakannya saat audiens dengan PMII Cabang Bulukumba Kemarin, Senin 26/02/2018.

Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki saat audiens mengatakan penolakannya (pribadi) mengenai Revisi UU MD3, Secara Lembaga menyatakan “Secepatnya kami akan bersurat ke DPR RI dan MK dengan harapan setelah di sampaikan ke pusat mudah-mudahan direvisi dan ditolak revisi UU MD3 ini. Tegasnya

Sekretaris umum PMII Cabang Bulukumba Akmal Syah mengatakan, Aksi yang kami lakukan jelas menyatakan penolakan secara Lembaga mengenai revisi UU MD3 dan mendapat respon positif dari ketua DPRD Bulukumba.

“Dari hasil audiens kami dengan DPRD Bulukumba, mendapatkan hasil yang positif dengan di tanda tanganinya surat petisi penolakan revisi UU MD3 yang telah kami siapkan”

Ia juga mengatakan bahwa Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki dalam penyampaianya di ruang penerimaan Aspirasi saat audiens siap memberikan kopian surat yang akan di ajukan ke pusat dalam waktu dekat ini. Jelasnya (AM)

Sumber : pmii.or.id

Artikel

Siapakah Penghianat Sesungguhnya ?

PMII Galileo – Kata “penghianat”, mungkin tidak asing ditelinga kita sebagai kader PMII. yap, PMII di anggap penghianat setelah mengeluarkan pernyataan independensinya dari Nahdlatul Ulama. Hal ini tentu bukan tanpa sebuah alasan, sejak dasawarsa 70-an, ketika rezim neo-fasis Orde Baru mulai mengkerdilkan fungsi partai politik, sekaligus juga penyederhanaan partai politik secara kuantitas, dan issue back to campus serta organisasi- organisasi profesi kepemudaan mulai diperkenalkan melalui kebijakan NKK/BKK, maka PMII menuntut adanya pemikiran realistis. 14 Juli 1971 melalui Mubes di Murnajati, PMII mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun (terkenal dengan Deklarasi Murnajati). Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto, Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Namun, betapapun PMII mandiri, ideologi PMII tidak lepas dari faham Ahlussunnah wal Jamaah yang merupakan ciri khas NU. Ini berarti secara kultural- ideologis, PMII dengan NU tidak bisa dilepaskan.

Pernyataan sikap independensi PMII dari NU, menjadi senjata empuk bagi lawan-lawan PMII di jajaran perguruan tinggi untuk melakukan konspirasi dengan mendoktrin kader-kader Nahdlatul Ulama untuk membenci PMII dengan mengesampingkan alasan pernyataannya. miris?, memang miris, disaat kader NU yang masih dalam tahap pencarian jati diri justru disuguhi hal yang berkebalikan dari kenyataan yang ada. Hal ini mungkin masih wajar, ketika dilakukan oleh organisasi yang berbeda idiologi dengan PMII. Namun, sangat miris ketika IPNU – IPPNU di tingkatan komisariat perguruan tinggi melakukan hal yang serupa. Hal ini juga bukan tanpa alasan, dewasa ini IPNU – IPPNU yang secara historis adalah orang tua dari PMII dan secara struktural adalah adik PMII, mulai ditunggangi oleh orang-orang yang berbeda idiologi dengannya. Dari sini saya mengajak para pembaca untuk berfikir bersama. PMII yang dilahirkan oleh IPNU secara visual ataupun non-visual jelas memiliki idiologi yang sama. Secara eksakta dapat kita analogikan, mungkinkan seorang saudara memiliki DNA yang jauh berbeda?. jawabannya pasti tidak mungkin. Secara ilmiah DNA orang tua dan anaknya 99% sama, maka jika orang tua tersebut memiliki dua anak, anak tersebut memiliki akurasi presentase kesamaan DNA 99%. Dari sini saya rasa para pembaca sepakat.

Baca : Tes DNA Untuk Menentukan Hubungan Bersaudara

Dari sini bisa saya simpulkan bahwa PMII dan IPNU – IPPNU memiliki idiologi yang sama. Lalu sekarang pertanyaannya, kenapa bisa IPNU – IPPNU sekarang termakan doktrin penghianatan PMII?. jawabannya sebenarnya sangat sederhana, di awal saya sudah menjelaskan bahwa doktrin dari lawan PMII adalah memunculkan konspirasi penghianatan dengan mengesampingkan alasan. IPNU – IPPNU ditataran perguruan tinggi yang bersikap kontradiktif dengan PMII, memang tidak semua IPNU – IPPNU, tapi tidak sedikit juga yang demikian, karena mereka sudah teracuni oleh konspirasi yang dilakukan lawan PMII, sehingga yang masuk ke IPNU – IPPNU banyak dari kalangan yang beridiologi berbeda, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk melunturkan sejarah di hadapan kader-kader IPNU – IPPNU.

Baca : Sejarah Terbentuknya PMII

Tulisan ini sebenarnya tidak mengarahkan IPNU – IPPNU sebagai subjek, melainkan orang-orang IPNU – IPPNU yang mengikuti organisasi dengan idiologi yang berbeda. Saya sendiri merupakan kader IPNU dan PMII, namun, semenjak saya menginjak bangku perkuliahan, saya mengetahui banyak hal tentang orang dengan idiologi berbeda yang menunggangi IPNU – IPPNU, terutama dari kalangan yang tidak jelas idiologinya, kalangan yang tidak jelas kaderisasinya pasca kepengurusannya.

Tidak masuk akal memang, orang yang beridiologi berbeda mengaku kader IPNU-IPPNU, lalu anak IPNU – IPPNU yang kemudian melanjutkan karir dengan golongan yang berbeda idiologi ketika menginjak masa Mahasiswa. Bagi saya selaku kader IPNU tidak mengakui mereka yang demikian adalah kader IPNU. Karena jelas kaderisasinya gagal walaupun secara struktural mereka kader IPNU-IPPNU, tapi darah mereka berbeda. Sehingga ketika ditanya siapakah penghianat yang sesungguhnya?, jelas jawabannya mereka yang mengaku IPNU – IPPNU, tapi memiliki idiologi yang berbeda. Pernah dengar musuh dalam selimut?, mungkin itu kata-kata yang pantas untuk mereka. Dari sini jelas bukan, kenapa saya mengatakan “kader IPNU – IPPNU yang masuk organisasi dengan idiologi yang berbeda bukan kader IPNU – IPPNU”.

Pada dasarnya, identitas suatu organisasi dilihat dari idiologinya. orang yang beridiologi berbeda, memiliki cara pandang dan pengambilan keputusan yang berbeda. PMII dan IPNU – IPPNU adalah suatu komponen yang tidak mungkin bisa dipisahkan. PMII dilahirkan untuk menyelamatkan IPNU-IPPNU ditataran perguruan tinggi yang dulunya terinjak-injak oleh organisasi lain. IPNU-IPPNU tetap bertahan di perguruan tinggi untuk menjaga kultur Nahdlatul Ulama di perguruan tinggi. Lahirnya PMII dimotori kader-kader terbaik IPNU, IPNU-IPPNU di selamatkan oleh lahirnya PMII di kampus. Sehingga sangat tidak pantas PMII dan IPNU-IPPNU berseteru diperguruan tinggi.

Tulisan ini saya harap dapat menimbulkan kesadaran, bahwa PMII dan IPNU-IPPNU tidak saling bermusuhan, musuh yang sebenarnya adalah mereka yang beridiologi berbeda, yang mencari penghidupan di Nahdlatul Ulama. Sinergikan pergerkan, berpegangan tangan, menuju NU di masa depan.

sebagai closing statement “tetaplah belajar dalam berjuang untuk bertaqwa kepada Alloh SWT, dengan cara berfikir, berdzikir, dan beramal sholeh”.

oleh : Sahabat Galileo

Agenda

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,  yang kemudan di singkat PMII. Organisasi yang dikenal dengan triloginya “dzikir, fikir, amal sholeh” tersebut mengawali tingkat kaderisasi dengan masa perekrutan anggota baru (MAPABA) terlebih dahulu sebelum menginjak ke tingkat kader dasar. 

(8 November 2017), Dalam rangka menjalankan amanat organisasi tersebut, PMII Rayon “Pencerahan” Galileo (PMII RPG), mengadakan Follow Up materi Keislaman yang di isi oleh sahabat Ahmad Zaki sebagai tindak lanjut dari mapaba yang telah di lakukan dua pekan yang lalu.

Materi keislaman merupakan follow up MAPABA yang nantinya akan diadakan follow up selanjutnya dengan materi-materi yang berbeda. 

Follow up yang di adakan di gedung B lantai 1 sebelah utara UIN Maliki Malang dihadiri sekita 35 peserta mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari warga rayon dan peserta sendiri. 

Menurut sahabat Java sebagai CO Kaderisasi “Follow Up MAPABA sangat penting dilakukan sebagai pengikat anggota-anggota baru PMII agar tidak hanya selesai pada saat mapaba selesai, sehingga ada kelanjutan dari MAPABA yang telah dilakukan dan mendapatkan Output-an yang di harapkan” 

“kaderisasi tidak hanya selesai lewat open recruitment saja, tapi harus ada penggemblengan lebih lanjut secara intensif agar PMII bukan lagi hanya sekedar nama tanpa roh di mata anggota, tapi PMII adalah darah yang mengalir dalam tubuh anggota” tambahnya. 

Sahabat Qomaruddin selaku ketua Rayon “Pencerahan”  Galileo menambahkan “dalam falsafah bahasa arab kaderisasi tidak hanya cukup di tingkat نصر (menolong) yang dalam hal ini adalah oprek, tapi harus dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya ضرب (memukul) yang dapat diartikan penggemblengan agar menjadi siap menjadi kader yang mapan”.

Follow up sangat penting untuk dilakukan sebagai kelanjutan MAPABA yang telah dilakukan, namun menurut pemateri akan lebih efektif ketika dibuat perkelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan saat MAPABA agar emosionalnya lebih didapatkan. 

Nantinya, diharapkan anggota baru tidak hanya mendapatkan materi dari hasil mapaba dan follow up, tetapi anggota baru harus menggali ilmu dari literasi-literasi yang disarankan pemateri. 
Oleh : Sahabat Muhammad Fathoni

Artikel

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat nya  hari Sumpah Pemuda tanggal 28 oktober selalu diperingati oleh sebagian besar pemuda. Di era milenial sekarang, pemuda tidak lagi berjuang mengusir penjajah, tidak lagi mengangkat bambu runcing dan senapan. pemuda sekarang atau pemuda zaman now sebagai penerus generasi harus lebih respon terhadap permasalahan sosial di masyarakat.

Marak nya perburuan liar, membuang sampah sembarang tempat, menggunakan kendaraan ugal-ugalan sehingga asap kendaraan menyumbang polusi besar, membuang-buang air dengan percuma, penebangan pohon tanpa mereboisasi. Kegiatan-kegiatan seperti itu menjadi ancaman bagi masyarakat jika dilakukan terus menerus. Ancaman kekeringan, ancaman penyakit, tanah longsor, kepunahan ekosistem, dan pencemaran sehingga berdampak pada masyarakat, mereka kehilangan tempat tinggal bahkan nyawa, ekonomi melemah, kemiskinan meningkat, pendidikan menurun, kaum perempuan terpinggirkan.Hal yang sering dilupakan oleh kaum pemuda saat ini adalah kepedulian nya terhadap lingkungan. Tidak hanya kurang peduli, tapi menyumbang kerusakan lingkungan, ini ditandai dengan cara mereka tidak bijak dalam menjaga dan melestarikan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan, malah mengeksploitasi dan merusak nya.

Bukti nyata yang terjadi di masyarakat sudah terlihat, di Jawa Timur sendiri banyak peristiwa, contohnya longsor ponorogo akibat penebangan pohon melebihi batas, banjir di Kabupaten Malang, banjir Sampang, kegagalan teknologi di Sidoarjo, kebakaran hutan, pencemaran air sungai akibat penumpukan sampah. Pemuda jaman now harus merubah perilaku tersebut.

Seperti apa upaya-upaya megurangi dampak yang ditimbulkan oleh kejahatan lingkungan?

Salah satu upaya yang harus kita lakukan sebagai pemuda zaman now seperti mengajak masyarakat, komunitas dan lainnya untuk menanam pohon di lahan kritis, tidak membuang sampah atau putung rokok di jalan dan sembarang tempat, menggunakan air degan bijak, menanam tanaman depan rumah, mendorong pemerintah desa untuk merencanakan pembangunan berbasis adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko kebencanaan.

Maka dari itu, kita sebagai pemuda pergerakan, organisasi pemuda terbesar bangsa ini, PMII harus menjadi garda terdepan melestarikan lingkungan, agar dampak-dampak bisa diminimalisir. Untuk itu saya mengajak kader-kader KOPRI dan kader PMII seluruh nya agar lebih peduli masalah lingkungan. Wujudkan dengan gerakan nyata di masyarakat, menanam pohon bersama, buang sampah di tempatnya, olah sampah jadi bahan kreatif sehingga bisa meningkatkan ekonomi, dan tidak merusak ekosistem hutan, dan lautan. Pemuda Zaman now, pemuda peduli lingkungan.

Penulis: Beni Trimaningsih (Ketua Bidang SDA dan Lingkungan hidup KOPRI PB PMII)

Artikel

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat…

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang atau terkenalnya oleh kader PMII adalah Agus Herlambang, Lahir pada tanggal 17 Juni 1988 di sebuah daerah yang terkenal dengan sebutan kota Mangga, Indramayu. Putra pertama dari pasangan Guru Agama di kampung sehingga sedikit banyak Sahabat Agus sejak dini tumbuh dengan berinteraksi secara langsung dalam dunia pendidikan agama.

Aktif MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) PMII 2006.Setelah lulus SD, Sahabat Agus melanjutkan pendidikannya di pesantren Raudlatut Thalibin Lengkong Kuningan sembari menempuh pendidikan formalnya di MTS Yaspika Kuningan. Lulus MTS kemudian meneruskan proses pembelajaran formalnya pada MAN Cigugur Kuningan dan pendidikan pesantrennya di Pondok Pesantren Al-Ma’mur Cipondok Kadugede.

Kecerdasannya yang memang sudah terlihat sejak usia dini, membawa sahabat Agus menjadi siswa berprestasi yang tak pernah lepas dari posisi tiga (3) besar rangking teratas di semua level pendidikannya. Sehingga sahabat Agus mendapatkan undangan PMDK di Institute Teknologi Bandung (ITB), jurusan Seni rupa dari jalur Beasiswa Santri Berprestasi pada tahun 2006 dikarenakan memperoleh nilai UAN yang tinggi.

Namun, kedua orang tua sahabat Agus memiliki program berbeda dan memintanya untuk mengikuti tes masuk Al-Azhar Kairo Mesir. Sebagaimana kandungan surat al an’am ayat 59

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuudh)” [QS. Al-An’aam : 59].

Itulah yang tepat untuk mendeskripsikan perjalanan hidup sahabat Agus selanjutnya,

Setelah gagal atas harapan untuk mengenyam pendidikan di Al-Azhar mesir, yang kemudian waktu diberitakan di banyak media bahwa banyak pelajar Indonesia yang terpaksa dipulangkan meski belum selesai atas konflik politik yang semakin memanas di Negri Al Azhar tersebut.

Sahabat Agus memilih melanjutkan studi S1nya di Sastra Inggris Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang menggunakan nama Pesantren. Di tahun 2010 Sahabat Agus lulus tepat waktu dengan uji thesis berjudul Afro-American Struggle for Spelling Bee Competition, berisi tentang kisah perjuangan seorang anak afro-amerika  diatas mimbar bergengsi orang-orang kulit putih. Minatnya terhadap sastra, kemudian membuatnya melanjutkan studi S2 Di Jurusan Magister Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI)  dan diterima pada tahun 2012.

Pada tahun yang sama (2012) sahabat Agus mulai terlibat dalam program Community Empowerment of People Againts Tuberculosis, sebuah pilot project pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang disponsori oleh USAID dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan Kementrian kesehatan RI, berperan sebagai koordinator Program di Jakarta Utara hingga awal 2017 dalam pengentasan TBC di Indonesia. Setelah bersentuhan langsung melakukan advokasi masyarakat di Jakarta Utara, pada tahun 2016  Sahabat Agus memutuskan fokus menggeluti bidang komunikasi publik dengan mengambil studi S2 di Universitas Mercubuana, di Jurusan Magister Komunikasi  yang fokus pada Public Relation, Mass media dan Komunikasi Politik karena ketertarikannya dalam keterlibatan publik dalam menentukan kebijakan pemerintah yang dia dapat ketika melakukan empowering di masyarakat urban di Jakarta Utara.

Biografi Singkat Agus Herlambang

Sahabat Agus Mulyono Herlambang atau biasa dipanggil Agus Herlambang adalah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejati, dimana tumbuh kembangnya selalu mengenyam pendidikan pesantren, dan berkecimpung di berbagai organisasi, baik yang nota bene organisasi PMII maupun lembaga lainnya sebagai rekam jejak kembang karakter ke PMII-annya, berikut tambahan aktivitas organisasi yang pernah di geluti :

  • Ketua rayon pertama fakultas bahasa dan sastra inggris Unipdu Jombang 2007.
  • Salah satu penggagas Teater SATU FBS tahun 2007.
  • Wakil ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas 2007-2008.
  • Pengurus Komisariat PMII Umar Tamin Unipdu Koordinator Penerbitan dan penelitian dengan melahirkan buletin Change 2008-2009.
  • Sekjend BEM Unive Unipdu Jombang 2010-2011.
  • Penggagas FGD (Focus Group Discussion) Surau Sahabat di Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu Jombang 2010-2011.
  • Pengurus Cabang PMII Jombang di koordinator Penerbitan dan Penelitian dengan menerbitkan Buletin MOVE 2010-2011.
  • Penggagas FIKRAH INSTITUE 2010-2011.
  • Pengajar aktif bahasa inggris di forum Pengurus Besar (PB) PMII 2011-2013.
  • Koordinator Program Community Empowerment of People Againts Tuberculosis wilayah Jakarta Utara 2012.
  • Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Jaringan Luar Negeri PB PMII 2014/2016.
  • Terpilih menjadi Ketua Umum PB PMII 2017-2019 saat Kongres di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Di Sisi lain, karena Sahabagt Agus terbiasa dididik mandiri secara ekonomi oleh orang tuanya, Agus bersama sahabat-sahabatnya menghidupkan rayon dari hasil penjualan tiket pementasan Teater SATU, menghidupkan komisariat dengan berjualan buku di kampus, menghidupkan forum diskusi Cabang juga dengan jualan buku dan jualan kopi. Saat ini, selain aktif di kegiatan kemasyarakatan, kuliah dan organisasi, Agus juga memiliki usaha mandiri yang bergerak di bidang limbah besi tua yang dia rintis bersama Istrinya sejak 2014 di CV Karunia Baja. Prinsip yang slalu dipegangnya hingga saat ini adalah hidupkan organisasi, bukan hidup dari organisasi.

Artikel

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda Helmi (alm) dan Ibunda Tri Atmini.  Lahir di Karangtani, 01 September 1990 berasal dari Kampung Tanjung Jaya, Kecamatan Bangun Rejo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Sejak lahir hingga menyelesaikan studi  Sekolah Menengah Pertama di Lampung Tengah. SD Negeri 1 Tanjung Jaya, SMP Negeri 2 Bangun Rejo dan melanjutkan  Madrasah Aliyah Negeri 1 Metro hingga perguruan tinggi STAIN Jurai Siwo di Metro. Saat ini sedang menyelesaikan studi pasca sarjana di Universitas Negeri Jakarta.

Ketua OSIS SMP Negeri 2 Bangun Rejo Lampung Tengah, tahun 2003-2004.Sejak mengenal bangku sekolah dasar septi telah aktif mengikuti berbagai kegiatan. Organisasi pertama yang ia kenal adalah Pramuka yang dimulai sejak Sekolah Dasar. Setelah itu berorganisasi menjadi kebutuhannya, yang mengantarkannya dengan berbagai pengalaman bergorganisasi yaitu :

  • Juru Adat Putri Pramukan MA Negeri 1 Meto, Lampung, tahun 2006-2007.
  • Ketua Paskibra Sekolah MA Negeri 1 Metro, Lampung, tahun 2006-2007.
  • Pendiri Teater Batu MAN 1 Metro
  • Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni STAIN Jurai Siwo Metro tahun 2010-2011.
  • Ketua bidang pengkaderan Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni STAIN Jurai Siwo Metro tahun 2011-2012
  • Komite Sastra Dewan Kesenian Metro tahun 2013-2016.
  • Ketua Rayon PBI PMII Jurai Siwo Metro 2009-2010.
  • Ketua IV bidang gender Komisariat PMII Jurai Siwo Metro 2011-2012.
  • Ketua Korps PMII Puteri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) PMII Metro 2012-2013.
  • Ketua Umum PC PMII Metro 2013-2014.
  • Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar (PB) PMII 2014-2016.
  • Ketua Umum PB Kopri 2017-Sekarang

Selain aktif di PergerakanMahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia juga aktif dalam dunia seni pertunjukan. Berbagai karya teater sudah ia pentaskan sejak di sekolah hingga masuk di dunia kampus.

Prestasi yang pernah ia raih

  • Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia dalam Olympiade Al-Qur’an tingkat SLTA sederajat se Lampung
  • Juara 1 Puitisasi se Kwartir Daerah Lampung.
  • Juara 3 Tari Kreasi Bedana se Kabupaten Lamung Tengah.
  • Juara 1 Baca Puisi STAIN Jurai Siwo Metro.
  • Juara 3 Baca Puisi se Kota Metro.
  • Juara 3 Karya Tulis ilmiah se Kabupaten Lampung Tengah.

Pernah Menggeluti Seni Pertunjukan
Selain itu, Septi juga aktif dalam dunia seni, khusus nya seni pertunjukan. Karya yang pernah ia tampilkan diantaranya:

  • Aktor Teater “ Barabah”, naskah Barabah karya Motinggo Busye, dalam kontes Liga Teater Pelajar se Lampung (mewakili SMA se Kota Metro) di Taman Budaya Provinsi Lampung.
  • Aktor Teater Ijah, naskah Rajapatih dalam pementasan Seni STAIN Jurai Siwo Metro.
  • Aktor dalam naskah “Kala” karya Hryo Yudho Negoro.-Aktor Monolog, naskah “Bara Di Hamparan Salju” kaeya Osman Saadi, dalam Parade Monolog Provinsi Lampung (mewakili kota Metro) di Taman Budaya Provinsi Lampung.
  • Sutradara teater naskah “Dokter Asbun” dalam pementasan tunggal teater Batu MAN 1 Metro.
  • Pimipinan Produksi Pementasan Teater “Hujan Pukul Lima” dalam Temu Teater Mahasiswa Nusantara di Purwokerto (mewakili Provinsi Lampung).

 

 “Jadilah Kader KOPRI Pelopor Gerakan Perempuan-perempuan Intelektual Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah” – Septi Rahmawati.

Artikel

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menekuni dalam bidang tulis menulis dan peneliti pada Moderate Muslim Society (MMS). Ia menyelesaikan studi sarjananya di jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini ia sedamh menempuh studi megister di Sekolah Pasca-sarjana UIN Jakarta.

Sejak kecil Ahmad Hifni telah akrab dengan dunia Islam, khususnya pesantren. Ia terlahir dari keluarga yang memiliki basis ke-Islam-an Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat. Kehidupannya tidak lepas dari dunia pesantren yang kemudia memengaruhi perkemb1ng1n intelektualitasnya. Kemudian ia melanjutkan masa belajarnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember sambil menjadi santri di Ma’had El-Dzikr (2008-2011). Dari dunia pesantren dan jurusan Agama yang ia geluti di Madrasah Aliyah, Ahmad Hifni banyak mengenal dasar-dasar keilmuan Islam seperti Al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir, fiqih, ushul fikih, hadits, ilmu hadits, filsafat, tasawuf, ilmu kalam, bahasa dan sastra.

Sejak di MAN dan Ma’had, ia telah aktif di bidang tulis menulis dan berbagai organisasi kesiswaan dan kesantrian. Ia pernah menjadi wakil ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat MAN 1 Jember periode (2009-2011). Ia juga pernah menjadi ketua Umum Ma’had El-Dzikr periode (2019-2011).

Selama menjadi mahasiswa, kemampuan analisanya terus diasah tentang dunia Islam, sastra dan linguistik, kemudia ia kembangkan. Ia aktif dalam tulis menulis. Ia aktif menulis di berbagai koran nasional dan majalah lokal. Di samping itu juga, ia pernah menkadi penyunting (editor) buku Sosiolinguistik, Psikolinguistik, Ilmu Kalam dan Stilistika. Ia juga menjadi anggota penyusunan Iran di Mata Indonesia dan buku 70 Tahun Indonesia Merdeka.

Sedangkan di dunia aktivis, Ahmad Hifni aktif di PMII Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora, pernah menjadi Kordnator Kaderisasi (2012-2013), Ketua I Bidang Kaderisasi (2013-2014 dan 2014-2015), hingga menulis buku dengan judul; Menjadi Kader PMII. Ia juga aktif dalam Arabic Language and Literature (ALIF), Ittihadu Thulabah al-Lughah al-‘Arobiyah (Ithla’) Persatuan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab se Indonesia dan Madrasah al-Qahwah (Ciputat Cultural Studies). Ia juga menjadi pengurus dalam Keluarga Alumni Bahasa dan Sastra Arab (KASAB) Periode (2014-2018).

Sejak 2014 ia aktif dan menjadi peneliti pada Moderate Muslim Society Jakarta. Lembaga ini merupakan sebuah lembaga riset yang bertujuan untuk menyampaikan pendekatan moderasi dalam pembangunan Indonesia terutama dalam hal toleransi keagamaan dan keadilan sosial di dalam masyarakat yang plural (beragam) dan demokratis. Kemudia pada 2015, ia bersama aktifis PMII adab dan Humaniora mendirikan Madrasah al-Qahwah (Ciputat Cultural Studies) sebuah lembaga kajian dan diskusi yang fokus pada bidang budaya, bahasa, sastra dan filsafat
.