Revolusi Digital, NU Luncurkan Aplikasi Mobile

PMII Galileo – Nahdlatul Ulama (NU) tak mau ketinggalan dengan perkembangan teknologi. Organisasi ini pun meluncurkan aplikasi sebagai bukti revolusi digital.

Aplikasi yang dimaksud dinamai NU Mobile, yang didedikasikan sebagai solusi dan pelayanan bagi warga NU. Aplikasi ini juga diharapkan bisa memberi solusi bagi masyarakat melalui satu solusi.
Bahkan NU Mobile telah menggandeng sejumlah mitra yang siap memperkuat layanannya, seperti KSP, Kementerian Kominfo, XOX Media Berhad, XL Axiata, Artha Graha Group, BRI, BTPN, NIN Media, Adira Syariah, Telkom Tmoney, Mercato, Duit Hape, WIR Wahyoo, Seroyamart, GAPMII.
“Era digitalisasi, semua berubah serba digital. Langkah kami ini sebagai wujud untuk mengikuti perkembangan zaman dan memberikan pendidikan melek literasi,” kata Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di Jakarta.
Tapi NU Mobile bukan satu-satunya layanan yang diluncurkan. Bersamaan dengan itu, NU juga merilis NU Channel. Kanal siar ini ditujukan untuk mengedukasi msyarakat, sekaligus membendung radikalisme, serta menjadi media penyebaran konten positif.
Selain itu ada juga layanan bernama Mobile Halal Investigation, yang memungkinkan pengguna mengakses proses laboratorium halal semakin lebih mudah, cepat, dan akurat.
“Ada 90 juta warga nahdliyin. Kalau semua menggunakan layanan aplikasi NU ini, dampak positifnya akan sangat terasa. Saya akan terus mendukung langkah ini karena diharapkan juga dapat meng-counter seluruh konten negatif yang ada di dunia maya,” ujar Menkominfo Rudiantara yang turut hadir di acara peluncuran.
Sebagai pelengkap, NU turut mengumumkan kehadiran data center miliknya dan digitalisasi Arab Pegon hasil kerjasama dengan Microsoft.

Sumber : inet.detik.com

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’…

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup bersaing dengan Universitas besar di Indonesia, sudah sepantasnya untuk menciptakan gebrakan-gebrakan baru ditengah era yang semakin menuju futuristik.

Universitas yang berlebelkan Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kembali peradaban Islam yang sempat hilang dari peradaban dunia. Lebel Islam tidak bisa menjadi alasan untuk tidak ikut andil dalam perkembangan teknologi dunia.

UIN Maliki Malang, sesuai dengan tujuannya untuk membentuk kader Indonesia intelek yang ulama dan ulama yang intelek, semakin memperlihatkan eksistensinya di antara perguan tinggi mentereng di Indonesia dengan membentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” yang diresmikan oleh Kepala Ditjen Pendis Bapak Prof. Dr. Kamaruddin Amin, M.A. di Aula Rektorat Lt. 5 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, senin, (17-11)

Prof. Abdul Haris selaku Rektor UIN Maliki Malang, menyampaikan “lembaga riset ini merupakan bentuk kerjasama kampus dengan fakultas Sains dan Teknologi yang terus mengembangkan riset dan penemuan-penemuan terbaru. Dalam praktiknya Majma’ al Buhuts wa al Ifta’ (dibaca MBI) diharapkan dapat menjadi salah satu bagian yang menangani isu-isu serta problema pada masyarakat. Dengan menawarkan beberapa jenis inovasi seperti MBI online, Halal Center, Falaq Center dan Konsultasi Fiqih”.

Menurut Kepala Ditjen Pendis, “Pembentukan lembaga ini merupakan inisiasi yang sangat baik di kalangan PTKIN, serta sangat strategis mengingat peran perguruan tinggi yang memiliki fungsi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang perlu memiliki lembaga pengabdian masyarakat yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini, lembaga ini selain merupakan inovasi baru juga berkontribusi tinggi pada masyarakat. Mengingat kembali bahwa beberapa negara dengan universitas maju di dalamnya seperti Al-Azhar di Kairo yang memiliki lembaga fatwa bertaraf internasional. Selain itu, negara-negar maju di Eropa dan Amerika juga memiliki universitas besar yang berkontribusi tinggi dan memiliki semangat pengabdian masyarakat”.

“Dengan membentuk MBI, menjadikan Kampus UIN Malang dapat mengawal bangsa untuk meningkatkan daya saing. MBI dapat menjadi refleksi sebagai instrumen untuk merespon problema masyarakat dengan memberikan tawaran yang sangat solutif, mengingat kompleksnya permasalah masyarakat saat ini” tambahnya.

“Mengoptimalakan peran PT, khususnya PTKIN yang memiliki kontribusi secara fundamental untuk mencetak generasi masyarakat indonesia yang demokratis”.

Memang kontribusi ini merupakan jenis kontribusi yang tidak terlihat, yakni mengkonsolidasikan demokrasi di indonesia dan menanamkan pemahaman keagamaan yang moderat. Dimana refleksi keagamaan di sebuah bangsa dipengaruhi tradisi kesarjanaan bangsa tersebut. Sehingga lulusan PT dan PTKIN diharapakan dapat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu dan juga keagamaan.

Kontribusi yang dimiliki PTKIN dalam menciptakan generasi intelek yang memiliki spiritual dan nasionalisme tinggi tidak terlihat namun dampak yang sangat besar terasa. Sehingga, diharapkan mahasiswa di PTKIN tidak hanya mengadopsi dan mengembangkan penemuan-penemuan yang telah ada namun juga melakukan inovasi-inovasi yang memiliki daya saing dengan bangsa lain dan memiliki kontribusi serta manfaat yang besar bagi bangsa.
Oleh: sahabat Nuril Qomariyah

PMII RPG Adakan Mapaba Sesion II

Tahun akademik baru menjadi ajang perlombaan mahasiswa baru disemua Universitas dan sekolah tinggi di Indonesia. Masa dimana seorang Siswa beralih menjadi siswa yang bergelarkan MAHA. 

“Mahasiswa adalah Parlementer jalanan”, adalah opini yang selama ini tertanam dibenak mahasiswa baru. Opini tersebut menjadikan mereka berlomba-lomba untuk mencari organisasi yang seidiologi dengannya. 

Dalam menampung mahasiswa Islam di Indonesia, yang beridiologikan Ahlussunnah Wal Jamaah, PMII Hadir sebagai wadah para pejuang Islam yang nasionalis dengan membuka perekrutan melalui MAPABA (11-11-2017)

“MAPABA sesion 1 yang diadakan pada tanggal 27-November-2017 telah malakukan satu kali follow up, tidak cukup untuk menampung semha mahasiswa yang memiliki tujuan yang sama. Sehingga diadakan MAPABA sesion II” tutur sahabat Java selaku CO bidang Kaderisasi. 

“selain itu MAPABA memang menjadi kegiatan yang menjadi kewajiban bagi kepengurusan PMII, mengingat PMII merupakan organisasi Kaderisasi yang berbasis Islam dan Nasional, sehingga mencetak kader merupakan kewajiban yang haqiqi bagi semua kader PMII” tambahnya. 

“waktu mahasiswa sangatlah terbatas, disamping waktu kuliah yang padat, tugas yang diberikan dosenpun luar biasa banyak, belum lagi anak saintek yang selalu disibukkan dengan laporan dan praktikum, namun hal itu tidak bisa menjadi alasan dari mahasiswa dengan jiwa pergerakan. Karena mereka sadar betul pentingnya berjuang untuk orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri” tutur sahabat Qomaruddin selaku ketua rayon. 

Mapaba sesion II yang diadakan pada 11 November 2017 ini merupakan kelanjutan dari mahasiswa yang berkeinginan berjuang di PMII namun belum bisa menyempatkan hadir saat MAPABA yanh pertama. 

MAPABA sesion II ini dilaksanakan dengan kknsepan dan kepanitian yang sama serta tema yang sama, dengan tujuan lulusan MAPABA I dan MAPABA II tetap menjadi satu angkatan yang diberi nama Angkatan Dirgantara. 

Yang berbeda dari MAPABA II adalah tempat dan pesertanya. Tempat MAPABA II dilakukan di Aula kantor PC PMII Kota Malang. 
Oleh : Tim Redaksi Teropong PMII RPG

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia,  yang kemudan di singkat PMII. Organisasi yang dikenal dengan triloginya “dzikir, fikir, amal sholeh” tersebut mengawali tingkat kaderisasi dengan masa perekrutan anggota baru (MAPABA) terlebih dahulu sebelum menginjak ke tingkat kader dasar. 

(8 November 2017), Dalam rangka menjalankan amanat organisasi tersebut, PMII Rayon “Pencerahan” Galileo (PMII RPG), mengadakan Follow Up materi Keislaman yang di isi oleh sahabat Ahmad Zaki sebagai tindak lanjut dari mapaba yang telah di lakukan dua pekan yang lalu.

Materi keislaman merupakan follow up MAPABA yang nantinya akan diadakan follow up selanjutnya dengan materi-materi yang berbeda. 

Follow up yang di adakan di gedung B lantai 1 sebelah utara UIN Maliki Malang dihadiri sekita 35 peserta mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari warga rayon dan peserta sendiri. 

Menurut sahabat Java sebagai CO Kaderisasi “Follow Up MAPABA sangat penting dilakukan sebagai pengikat anggota-anggota baru PMII agar tidak hanya selesai pada saat mapaba selesai, sehingga ada kelanjutan dari MAPABA yang telah dilakukan dan mendapatkan Output-an yang di harapkan” 

“kaderisasi tidak hanya selesai lewat open recruitment saja, tapi harus ada penggemblengan lebih lanjut secara intensif agar PMII bukan lagi hanya sekedar nama tanpa roh di mata anggota, tapi PMII adalah darah yang mengalir dalam tubuh anggota” tambahnya. 

Sahabat Qomaruddin selaku ketua Rayon “Pencerahan”  Galileo menambahkan “dalam falsafah bahasa arab kaderisasi tidak hanya cukup di tingkat نصر (menolong) yang dalam hal ini adalah oprek, tapi harus dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya ضرب (memukul) yang dapat diartikan penggemblengan agar menjadi siap menjadi kader yang mapan”.

Follow up sangat penting untuk dilakukan sebagai kelanjutan MAPABA yang telah dilakukan, namun menurut pemateri akan lebih efektif ketika dibuat perkelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan saat MAPABA agar emosionalnya lebih didapatkan. 

Nantinya, diharapkan anggota baru tidak hanya mendapatkan materi dari hasil mapaba dan follow up, tetapi anggota baru harus menggali ilmu dari literasi-literasi yang disarankan pemateri. 
Oleh : Sahabat Muhammad Fathoni

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan Indonesia berjuang untuk merebut kembali Indonesia dari tangan Belanda yang kembali membrontak. 10 November merupakan aplikasi nyata dari resolusi jihad NU yang keudian sahabat kenal dengan Hari Santri Nasional. sehingga sejarak heroik tersebut sangat pantas untuk sahabat banggakan.

sebagai seorang kader pemikir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, harusnya menjadikan peristiwa tersebut sebagai refleksi dan mengaplikasikannya di keseharian sahabat.

untuk memperingati sejarah heroik, hari pahlawan 10 November, maka kami pengurus  PMII Rayon Pencerahan Galileo bermaksud untuk mengadakan GERAKAN AKSI MENULIS  dalam rangka memperingati hari pahlawan. dengan tema “Reflaksi Hari Pahlawan bagi Kaum Pergerakan”. Mari, bersama beraksi dan berkontribusi melalui media Literasi. Tunjukkan bahwa semangan 10 November masih melekat di hati sahabat selaku kaum pergerakan.

Karya dapat berupa Esay, artikel, opini, cerpen, dan puisi, dengan dikirimkan ke e-mail kami di : sahabatgalileo@gmail.com dengan naskah berupa file Docx. Gerakan ini bersifat wajib bagi seluruh sahabat pengurus Rayon “Pencerahan” Galileo dan Terbuka untuk anggota, Pasca dan Alumni Rayon.

Gerakan Aksi Menulis ini gratis tanpa dipungut biaya, dan mendapatkan E-sertifikat, dan karya akan diposting di web rayon di : http://pmiigalileo.com

NB : Batas pengumpulan naskah pada Hari Kamis 09 November 2017 jam 23.59 WIB.

 

 

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat…

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang atau terkenalnya oleh kader PMII adalah Agus Herlambang, Lahir pada tanggal 17 Juni 1988 di sebuah daerah yang terkenal dengan sebutan kota Mangga, Indramayu. Putra pertama dari pasangan Guru Agama di kampung sehingga sedikit banyak Sahabat Agus sejak dini tumbuh dengan berinteraksi secara langsung dalam dunia pendidikan agama.

Aktif MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) PMII 2006.Setelah lulus SD, Sahabat Agus melanjutkan pendidikannya di pesantren Raudlatut Thalibin Lengkong Kuningan sembari menempuh pendidikan formalnya di MTS Yaspika Kuningan. Lulus MTS kemudian meneruskan proses pembelajaran formalnya pada MAN Cigugur Kuningan dan pendidikan pesantrennya di Pondok Pesantren Al-Ma’mur Cipondok Kadugede.

Kecerdasannya yang memang sudah terlihat sejak usia dini, membawa sahabat Agus menjadi siswa berprestasi yang tak pernah lepas dari posisi tiga (3) besar rangking teratas di semua level pendidikannya. Sehingga sahabat Agus mendapatkan undangan PMDK di Institute Teknologi Bandung (ITB), jurusan Seni rupa dari jalur Beasiswa Santri Berprestasi pada tahun 2006 dikarenakan memperoleh nilai UAN yang tinggi.

Namun, kedua orang tua sahabat Agus memiliki program berbeda dan memintanya untuk mengikuti tes masuk Al-Azhar Kairo Mesir. Sebagaimana kandungan surat al an’am ayat 59

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuudh)” [QS. Al-An’aam : 59].

Itulah yang tepat untuk mendeskripsikan perjalanan hidup sahabat Agus selanjutnya,

Setelah gagal atas harapan untuk mengenyam pendidikan di Al-Azhar mesir, yang kemudian waktu diberitakan di banyak media bahwa banyak pelajar Indonesia yang terpaksa dipulangkan meski belum selesai atas konflik politik yang semakin memanas di Negri Al Azhar tersebut.

Sahabat Agus memilih melanjutkan studi S1nya di Sastra Inggris Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, satu-satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang menggunakan nama Pesantren. Di tahun 2010 Sahabat Agus lulus tepat waktu dengan uji thesis berjudul Afro-American Struggle for Spelling Bee Competition, berisi tentang kisah perjuangan seorang anak afro-amerika  diatas mimbar bergengsi orang-orang kulit putih. Minatnya terhadap sastra, kemudian membuatnya melanjutkan studi S2 Di Jurusan Magister Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI)  dan diterima pada tahun 2012.

Pada tahun yang sama (2012) sahabat Agus mulai terlibat dalam program Community Empowerment of People Againts Tuberculosis, sebuah pilot project pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, yang disponsori oleh USAID dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama dan Kementrian kesehatan RI, berperan sebagai koordinator Program di Jakarta Utara hingga awal 2017 dalam pengentasan TBC di Indonesia. Setelah bersentuhan langsung melakukan advokasi masyarakat di Jakarta Utara, pada tahun 2016  Sahabat Agus memutuskan fokus menggeluti bidang komunikasi publik dengan mengambil studi S2 di Universitas Mercubuana, di Jurusan Magister Komunikasi  yang fokus pada Public Relation, Mass media dan Komunikasi Politik karena ketertarikannya dalam keterlibatan publik dalam menentukan kebijakan pemerintah yang dia dapat ketika melakukan empowering di masyarakat urban di Jakarta Utara.

Biografi Singkat Agus Herlambang

Sahabat Agus Mulyono Herlambang atau biasa dipanggil Agus Herlambang adalah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejati, dimana tumbuh kembangnya selalu mengenyam pendidikan pesantren, dan berkecimpung di berbagai organisasi, baik yang nota bene organisasi PMII maupun lembaga lainnya sebagai rekam jejak kembang karakter ke PMII-annya, berikut tambahan aktivitas organisasi yang pernah di geluti :

  • Ketua rayon pertama fakultas bahasa dan sastra inggris Unipdu Jombang 2007.
  • Salah satu penggagas Teater SATU FBS tahun 2007.
  • Wakil ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas 2007-2008.
  • Pengurus Komisariat PMII Umar Tamin Unipdu Koordinator Penerbitan dan penelitian dengan melahirkan buletin Change 2008-2009.
  • Sekjend BEM Unive Unipdu Jombang 2010-2011.
  • Penggagas FGD (Focus Group Discussion) Surau Sahabat di Komisariat PMII Umar Tamim Unipdu Jombang 2010-2011.
  • Pengurus Cabang PMII Jombang di koordinator Penerbitan dan Penelitian dengan menerbitkan Buletin MOVE 2010-2011.
  • Penggagas FIKRAH INSTITUE 2010-2011.
  • Pengajar aktif bahasa inggris di forum Pengurus Besar (PB) PMII 2011-2013.
  • Koordinator Program Community Empowerment of People Againts Tuberculosis wilayah Jakarta Utara 2012.
  • Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Jaringan Luar Negeri PB PMII 2014/2016.
  • Terpilih menjadi Ketua Umum PB PMII 2017-2019 saat Kongres di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Di Sisi lain, karena Sahabagt Agus terbiasa dididik mandiri secara ekonomi oleh orang tuanya, Agus bersama sahabat-sahabatnya menghidupkan rayon dari hasil penjualan tiket pementasan Teater SATU, menghidupkan komisariat dengan berjualan buku di kampus, menghidupkan forum diskusi Cabang juga dengan jualan buku dan jualan kopi. Saat ini, selain aktif di kegiatan kemasyarakatan, kuliah dan organisasi, Agus juga memiliki usaha mandiri yang bergerak di bidang limbah besi tua yang dia rintis bersama Istrinya sejak 2014 di CV Karunia Baja. Prinsip yang slalu dipegangnya hingga saat ini adalah hidupkan organisasi, bukan hidup dari organisasi.

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda Helmi (alm) dan Ibunda Tri Atmini.  Lahir di Karangtani, 01 September 1990 berasal dari Kampung Tanjung Jaya, Kecamatan Bangun Rejo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Sejak lahir hingga menyelesaikan studi  Sekolah Menengah Pertama di Lampung Tengah. SD Negeri 1 Tanjung Jaya, SMP Negeri 2 Bangun Rejo dan melanjutkan  Madrasah Aliyah Negeri 1 Metro hingga perguruan tinggi STAIN Jurai Siwo di Metro. Saat ini sedang menyelesaikan studi pasca sarjana di Universitas Negeri Jakarta.

Ketua OSIS SMP Negeri 2 Bangun Rejo Lampung Tengah, tahun 2003-2004.Sejak mengenal bangku sekolah dasar septi telah aktif mengikuti berbagai kegiatan. Organisasi pertama yang ia kenal adalah Pramuka yang dimulai sejak Sekolah Dasar. Setelah itu berorganisasi menjadi kebutuhannya, yang mengantarkannya dengan berbagai pengalaman bergorganisasi yaitu :

  • Juru Adat Putri Pramukan MA Negeri 1 Meto, Lampung, tahun 2006-2007.
  • Ketua Paskibra Sekolah MA Negeri 1 Metro, Lampung, tahun 2006-2007.
  • Pendiri Teater Batu MAN 1 Metro
  • Sekretaris Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni STAIN Jurai Siwo Metro tahun 2010-2011.
  • Ketua bidang pengkaderan Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pecinta Seni STAIN Jurai Siwo Metro tahun 2011-2012
  • Komite Sastra Dewan Kesenian Metro tahun 2013-2016.
  • Ketua Rayon PBI PMII Jurai Siwo Metro 2009-2010.
  • Ketua IV bidang gender Komisariat PMII Jurai Siwo Metro 2011-2012.
  • Ketua Korps PMII Puteri (KOPRI) Pengurus Cabang (PC) PMII Metro 2012-2013.
  • Ketua Umum PC PMII Metro 2013-2014.
  • Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar (PB) PMII 2014-2016.
  • Ketua Umum PB Kopri 2017-Sekarang

Selain aktif di PergerakanMahasiswa Islam Indonesia (PMII), ia juga aktif dalam dunia seni pertunjukan. Berbagai karya teater sudah ia pentaskan sejak di sekolah hingga masuk di dunia kampus.

Prestasi yang pernah ia raih

  • Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia dalam Olympiade Al-Qur’an tingkat SLTA sederajat se Lampung
  • Juara 1 Puitisasi se Kwartir Daerah Lampung.
  • Juara 3 Tari Kreasi Bedana se Kabupaten Lamung Tengah.
  • Juara 1 Baca Puisi STAIN Jurai Siwo Metro.
  • Juara 3 Baca Puisi se Kota Metro.
  • Juara 3 Karya Tulis ilmiah se Kabupaten Lampung Tengah.

Pernah Menggeluti Seni Pertunjukan
Selain itu, Septi juga aktif dalam dunia seni, khusus nya seni pertunjukan. Karya yang pernah ia tampilkan diantaranya:

  • Aktor Teater “ Barabah”, naskah Barabah karya Motinggo Busye, dalam kontes Liga Teater Pelajar se Lampung (mewakili SMA se Kota Metro) di Taman Budaya Provinsi Lampung.
  • Aktor Teater Ijah, naskah Rajapatih dalam pementasan Seni STAIN Jurai Siwo Metro.
  • Aktor dalam naskah “Kala” karya Hryo Yudho Negoro.-Aktor Monolog, naskah “Bara Di Hamparan Salju” kaeya Osman Saadi, dalam Parade Monolog Provinsi Lampung (mewakili kota Metro) di Taman Budaya Provinsi Lampung.
  • Sutradara teater naskah “Dokter Asbun” dalam pementasan tunggal teater Batu MAN 1 Metro.
  • Pimipinan Produksi Pementasan Teater “Hujan Pukul Lima” dalam Temu Teater Mahasiswa Nusantara di Purwokerto (mewakili Provinsi Lampung).

 

 “Jadilah Kader KOPRI Pelopor Gerakan Perempuan-perempuan Intelektual Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah” – Septi Rahmawati.

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menekuni dalam bidang tulis menulis dan peneliti pada Moderate Muslim Society (MMS). Ia menyelesaikan studi sarjananya di jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini ia sedamh menempuh studi megister di Sekolah Pasca-sarjana UIN Jakarta.

Sejak kecil Ahmad Hifni telah akrab dengan dunia Islam, khususnya pesantren. Ia terlahir dari keluarga yang memiliki basis ke-Islam-an Nahdlatul Ulama (NU) yang kuat. Kehidupannya tidak lepas dari dunia pesantren yang kemudia memengaruhi perkemb1ng1n intelektualitasnya. Kemudian ia melanjutkan masa belajarnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember sambil menjadi santri di Ma’had El-Dzikr (2008-2011). Dari dunia pesantren dan jurusan Agama yang ia geluti di Madrasah Aliyah, Ahmad Hifni banyak mengenal dasar-dasar keilmuan Islam seperti Al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir, fiqih, ushul fikih, hadits, ilmu hadits, filsafat, tasawuf, ilmu kalam, bahasa dan sastra.

Sejak di MAN dan Ma’had, ia telah aktif di bidang tulis menulis dan berbagai organisasi kesiswaan dan kesantrian. Ia pernah menjadi wakil ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Komisariat MAN 1 Jember periode (2009-2011). Ia juga pernah menjadi ketua Umum Ma’had El-Dzikr periode (2019-2011).

Selama menjadi mahasiswa, kemampuan analisanya terus diasah tentang dunia Islam, sastra dan linguistik, kemudia ia kembangkan. Ia aktif dalam tulis menulis. Ia aktif menulis di berbagai koran nasional dan majalah lokal. Di samping itu juga, ia pernah menkadi penyunting (editor) buku Sosiolinguistik, Psikolinguistik, Ilmu Kalam dan Stilistika. Ia juga menjadi anggota penyusunan Iran di Mata Indonesia dan buku 70 Tahun Indonesia Merdeka.

Sedangkan di dunia aktivis, Ahmad Hifni aktif di PMII Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora, pernah menjadi Kordnator Kaderisasi (2012-2013), Ketua I Bidang Kaderisasi (2013-2014 dan 2014-2015), hingga menulis buku dengan judul; Menjadi Kader PMII. Ia juga aktif dalam Arabic Language and Literature (ALIF), Ittihadu Thulabah al-Lughah al-‘Arobiyah (Ithla’) Persatuan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab se Indonesia dan Madrasah al-Qahwah (Ciputat Cultural Studies). Ia juga menjadi pengurus dalam Keluarga Alumni Bahasa dan Sastra Arab (KASAB) Periode (2014-2018).

Sejak 2014 ia aktif dan menjadi peneliti pada Moderate Muslim Society Jakarta. Lembaga ini merupakan sebuah lembaga riset yang bertujuan untuk menyampaikan pendekatan moderasi dalam pembangunan Indonesia terutama dalam hal toleransi keagamaan dan keadilan sosial di dalam masyarakat yang plural (beragam) dan demokratis. Kemudia pada 2015, ia bersama aktifis PMII adab dan Humaniora mendirikan Madrasah al-Qahwah (Ciputat Cultural Studies) sebuah lembaga kajian dan diskusi yang fokus pada bidang budaya, bahasa, sastra dan filsafat
.

Biografi Sahabat Mahbub Junaidi

PMII Galileo –  Mahbub Djunaidi sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah berstatemen.

“Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis”.

 

Ia adalah anak pertama dari 13 saudara kandungnya. Ayahandanya Haji Djunaidi adalah tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan pernah menjadi anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) hasil Pemilu 1955.

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan tersebut awal bakatnya di dunia literasi mulai tampak. Ia mulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku sekolah, sebagai redaktur majalah Sekolah Dasar (SD) di Solo.

Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, Ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya”, cerita Mahbub Djunaidi. (Download Gratis – Aplikasi Android Sejarah PMII Lengkap)

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Djunaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Ketika di Jakarta Ia kemudian melanjutkan pendidikannya masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya Ia bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esai.

Tulisan-tulisannya banyak dimuat dalam majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agamawan, poltisi dan sebagainya. Selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris.  (Download Gratis – Aplikasi Android PMII Orid (Portal Informasi PB PMII)

Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Djunaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut”.

Bung Karno memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub Djunaidi. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub Djunaidi menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati Ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya tampak.

“Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bahasa gua”.

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur,

“Dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup”.

Sumber: NU Online