Opini

Kenapa Harus Semut?

Alquran dengan segala rahasianya beberapa kali memberikan fakta-fakta unik yang saya yakin mampu mengagumkan dan menambahkan kadar keimanan kita. Termasuk fakta bahwa makhluk sekecil semut menjadi salah satu nama surah. Seperti kita tahu, semut merupakan makhluk kecil yang keberadaannya hampir di semua tempat, tiap sudut rumah, pohon, hingga tempat sekecil dan segelap apapun. Kenapa harus semut? Kenapa bukan makhluk-makhluk lain yang lebih kuat?; harimau misalnya?

Semut yang tergolong dalam filum Arthropoda memiliki lebih dari 12.000 jenis di seluruh penjuru dunia; dari semut kota yang ukurannya sangat kecil hingga semut kampung yang ukurannya memaksa bulu kudukku merinding. Jumlah semut yang sebanyak itu, tidak menutup kemungkinan ia mampu menguasai dunia dalam sekejap saja – pantaslah dalam suit jawa semut dapat mengalahkan gajah – jadi jangan heran ketika ada berita seseorang atau hewan menjadi tak bernyawa di hadapan sekoloni semut, apalagi semut yang berada di hutan.

Read more “Kenapa Harus Semut?”
Artikel

Tax Goes to Campus 2018

PMII Galileo – Perhelatan Tax Goes to Campus 2018 yang digelar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang berlangsung semarak. Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sangat antusias saat berbagai game dan hiburan disajikan dalam rangkaian sosialisasi pajak daerah itu.

Para mahasiswa dan mahasiswi kompak ikut bernyanyi saat band d’Kross membawakan beberapa lagu hits mereka. Termasuk juga saat pembawa acara mengajak para peserta berlomba stand up comedy dengan juri comica senior Wawan Saktiawan dan tim BP2D Kota Malang.

Read more “Tax Goes to Campus 2018”

Artikel

Ketua PMII JATIM Peringatkan Ketua ESDM JATIM Tak Asal…

PMII Galileo – Pernyataan kepala ESDM Jawa timur, setiajit, dalam seminar pertambangan yang dibiayai oleh PT. bumi seksesindo di Surabaya pada Kamis tanggal 22 November kemarin berbuntut panjang.

Ketua Pengurus Koprdinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mengingatkan agar setiajit tak asal bicara perihal pertambangan di Silo kabupaten Jember tersebut.

“Tentu sangat menyayangkan pernyataan itu bisa keluar dari seorang kepala dinas Jawa timur, mengingat baru dua hari yang lalu masyarakat silo datang menemui sekda Jatim dan komisi D DPRD provinsi Jawa timur, juga sowan menghadap kKyai Marzuki Mustamar untuk menggalang dukungan dan mengedarkan petisi penolakan tambang, lah kok sekarang bapak setiajit ini tiba-tiba muncul dengan statement yang ngawur dan tidak mempertimbangkan perasaan masyarakat silo”, ungkap Ketua PMII Jawa Timur (23/11/2018).

. Read more “Ketua PMII JATIM Peringatkan Ketua ESDM JATIM Tak Asal Bicara Soal Tambang Emas Silo”

Sejarah

Sejarah PMII Rayon “Pencerahan” Galileo

PMII Galileo – Dalam pepatah Arab mengatakan “Syubhanul Yaum Rijaalul Ghoddi” Pemuda sekarang adalah Pemimpin Masa depan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Pencerahan” Galileo, merupakan salah satu organisasi Mahasiswa Islam berbasis eksact “Sains dan Teknologi” yang mandiri yang secara struktural berada dibawah naungan PMII Komisariat Sunan Ampel UIN Malang, sedangakan hubungan dengan Nahdatul Ulama (NU) masih tetap terikat dalam bingkai garis Kultural. Pada awalnya kader-kader PMII yang ada pada jurusan tadris matematika dan biologi (yang pada saat itu keberadaannya masih dibawah naungan Rayon Chondrodhimuko/ Fakultas Tarbiyah) berinisiatif untuk memisahkan diri dengan Rayon condrodimuko karena sangat merasa belum maksimal dalamberfikir, bersikap,bertindak, beraktualisasi diri, serta menggali potensi diri secara mandiri,sekaligus dirasa kurang efektif dalam aktifitas pengkaderannya. disertai dengan prinsip pengembangan organisasi dengan sebuah Tujuan untuk membentuk Sebuah pribadi yang dengan segala kapasitas pribadinya terasah, kemudian mengarahkan semua kualitas pribadinya bagi kepentinganMasyarakat dan bangsa.

Berangkat dari Latar belakang dan Kegelisahan di atas Serta besamaan dengan adanya pemisahan fakultas yang semula Matematika dan Biologi adalah jurusan tadris (pendidikan) dibawah Fakultas Tarbiyah menjadi jurusan murni di bawah Fakultas MIPA (yang sekarang berubah menjadi Fakultas Sains dan Teknologi). Akhirnya aspirasi dan inisiatif pembentukan Rayon baru dibawa dalam sebuah Loka karya pengembangan organisasi (LPO) Komisariat Suanan Ampel Uin Malang periode 1999-2000, akhirnya setelah mendapat restu dari ketua Rayon Condrodhimuko (sahabat M. Quraisyi) sekaligus ketua komisariat (Sahabat Alamul Huda) pada saat itu, dideklarasikanlah berdirinya Rayon “Pencerahan” Galileo pada tanggal 10 Juni 2000 di gedung J-4 STAIN Malang (Sekarang menjadi gedung B UIN)
Sedangakan untuk nama Rayon sendiri sebelumnya dari kader-kader Biologi mengusulkan nama Ibnu Sina, karena dinilai memiliki disiplin keilmuwan yang paham dalam bidang kedokteran, selanjuntya kader-kader dari jurusan Matematika mengusulkan Galileo yang di anggap sebagai Scientist yang dikenal dengan pola disiplin keilmuawnnya yang sekaligus secara konsensus di sepakati untuk di jadikan sebagai nama Rayon yang nantinya akan mewadahi semua kader Mipa pada saat itu.
Dalam keberadaannya sekaligus perjalanan sejarahnya Rayon” Pencerahan” Galileo sebagai wahana profesionalitas dan intelektualitas seta kaderisasi mahasiswa di lingkungan fakultas Saintek, telah mengalami 11 periodesasi pengurus yang pertama yakni Sahabat Herianto (2000-2001), Sahabat Khilwan Habibi (2001-2002), Sahabat Hendrik Ahyar (2002-2003), Sahabat Mubin Masduki(2003-2004), Sahabat Bambang Riadi (2004-2005). Sahabat Yusuf Afandi (2005-2006), Sahabat Agus Saifurrohim (2006-2007), Sahabat Ahmad Sadzily (2007-2008), Sahabat Barokat Anas Al-Hadi (2008-2009), Sahabat Arief Nurhandika(2009-2010), dan Sahabat M. Yasin Arif(2010-2011).
Sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan Rayon “Pencerahan” Galileo bergerak di bidang pengkaderan dan terus berusaha menjadi wahana aktualisasi serta untuk menggali potensi diri dalam dunia pergerakan dan dunia akademiknya untuk ‘Terbentuknya pribadi muslim yang bertaqwa kepada Allah swt. berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu pengetahuannya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia’. (Visi Misi PMII ).
Rayon “Pencerahan” Galileo yang beranggotakan mahasiswa berbasis eksakta, Sebagian orang mengatakan mahasiswanya terkesan individualis dan praktis. Karena hal yang demikianlah Rayon “Pencerahan” Galileo dituntut untuk berupaya membuka pola pikir warga eksakta menjadi warga eksak yang berpikiran luas, mempunyai paradigma kritis transformatif, profesional,ilmiah (positif) dan dinamis. dan mengaktualisasikan diri sebagai sebuah citra diri “Ulul Albab”. (Semoga sedikit pengetahuan diatas bermanfaat bagi Sahabat-Sahabati Mahasiwa).Amien
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thorieq
Wassalamualaikum Wr. Wb
Berita

Presiden Jokowi : Kader PMII Harus Optimistis Menatap Masa…

PMII Galileo – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-58 Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PMII) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Nomor 73, Kota Bandung, Selasa (17/4/2018) malam. ia menyampaikan kepAda seluruh kader PMII  optimistis menatap masa depan Indonesia yang lebih baik. Sikap optimistis sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan yang bakal dihadapi Indonesia di masa datang.

“Saya senang bisa hadir di sini. Saya bisa merasakan semangat yang sangat besar para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Saya optimistis tahun depan Indonesia semakin maju apabila kader-kader PMII semangatnya tidak pudar,” kata Jokowi saat menyampaiakn sambutan di Gedung Sabuga.

. Read more “Presiden Jokowi : Kader PMII Harus Optimistis Menatap Masa Depan”

Artikel

Mainstream Kaderisasi Kita, Saat Dan Pasca Tahun Politik

PMII Galileo – Opini – Di tengah banyak kritik dan pandangan sinis terhadap fenomena baru-baru ini terkait kaderisasi PMII Jawa Timur, yang kebetulan bersamaan dengan tahun-tahun yang paling subur untuk masa depan para aktifis yang beruntung, menjadi catatan penting untuk kita renungkan bersama. Siapapun kita, baik alumni terlebih yang masih aktif di berbagai jenjang struktural yang ada.

Tidak perlu saya sebutkan fenomena itu apa, setidaknya secara pribadi baru kali ini saya tidak bisa beralibi baik ilmiah empiris maupun diplomatis politis, jika ada pertanyaan tentang PMII. Ada seorang teman yang tiba-tiba mengirimi saya foto dua biduan idola saya, Vallen Kharisma dengan membubuhkan caption “Bat, mohon di-mapaba-kan, mereka potensial, untuk meng-kuningbiru-kan Vianisty dan Nella Lovers”. Kira-kira jika itu pertanyaan untuk anda, apa jawaban anda?

Read more “Mainstream Kaderisasi Kita, Saat Dan Pasca Tahun Politik”

Artikel

Tahun Politik Dan Keberpihakan Aktivis PMII

PMII Galileo – Pada saat momentum politik tahun 2018 ini merupakan pra-politik yang nantinya menembus klimaks politik pada tahun 2019 nantinya. Dimana para partai politik menyimpan kaki-kaki nya saat pilkada serentak berlangsung tahun ini.

Temporial situasi yang menyudutkan para aktivis atas keberpihakannya di tahun politik ini ialah mempunyai tanggung jawab besar dalam mengawasi dan mengawal demokratis yang damai dan tentram.

 Akan tetapi melihat dari beberapa kacamata kuda kita temui, bahwasannya berbicara aktivis tak terlepas kaitannya antara junior dan senior serta tak terelakkan di semua lini dan daerah lokus-lokus para aktivis berkecimoung. Dengan adanya para aktivis junior dan senior maka tidak bisa dipungkiri lagi kemana arus yang ia ikuti.

Spesifik atas pembahasan yaitu para aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) merupakan organisasi mahasiswa ekstra yang berbasis kaderisasi. Dimana seluruh pelosok bumi pertiwi ini sudah ada aktivis PMII.

Maka dari itu salah satu mantan Ketua Umum PB PMII sebut saja Cak Imin (Muhaimin Iskandar) sudah menyiapkan strategi politik untuk menjadi calon wakil Presiden Republik Indonesia bahkan bisa melangkah lebih maju yaitu calon Presiden.

Yang menjadi benang merah antara tahun politik ini dan keberpihakan Aktivis PMII terutama tantangan yang besar atas keberpihakannya yaitu memilih pada proses kaderisasi atau memfokuskan salah satu senior yang ingin maju calon wakil presiden.

Kalau penulis sendiri dengan beberapa ide dan gagasan, akan saya tuangkan pada tulisan ini, agar keberlangsungan kaderisasi akan semakin kuat dan kental dalam berdinamika organisasi.

Solusi Tanpa Menghindari dan Keberpihakannya Pada Tahun Politik

1. Perlunya silaturrahim terus Menerus antar kader dan alumni. Saya meyakini, tidak semua alumni suka politik praktis melainkan ada juga yang politik kebangsaan, maka dari itu jangan bergantung pada salah satu alumni saja.

2. Mulai mengembangkan potensi-potensi yang Anda miliki, agar saat kalian proses berorganisasi maka potensi itulah yang kamu jadikan ide dan gagasan sehingga mempunyai nilai value pada kepribadian Anda, buka malah menjual atau menggadi sebuah organisasi.

3. Peka terhadap hal-hal yang berbau politik praktis untuk menghindari masuk ke dalam jurang yang tidak dinginkan.

4. Tekankan kepada kader untuk lebih disibukkan dengan tanggung jawab mahasiswa sebenarnya. Agar tidak nganggur sehingga gampang untuk dijerumuskan pada politik kebangsaan.

5. Bagi anda yang suka politik praktis, jangan setengah-setengah untuk melacurkan diri. Karena sekali naik daun Anda akan tinggi dan juga sebaliknya.

6. Bagi Anda yang suka politik kebangsaan, marilah kita kampanyekan sebuah kedaimaian. Tanpa menyalahkan antar sesama. Karena kita masih mempunyai sebuah Kebhinekaan.

7. Jika ingin mengembangkan organisasi yang digeluti saat ini, tak perlu kalian harus mengikuti urusan atau konflik organisasi atau oran lain. Cukup Anda kembangkan menjadi besar organisasinya maka organisasi lainnya akan merasa kecil.

8. Tak perlu kita melihat senior-senior kita yang sukses untuk menjadi motif merekruitmen kader. Khawatir terbengkala dalam proses kaderisaai.

9. Dan yang terakhir, ini adalah zaman kita yang berproses untuk berorganisasi, bukan alumni atau senior.

Kalau zaman Sayyidina Ali Bin Abi Thalib menyatakan “Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan ini bapakku, tetapi yang dikatakan inilah aku“. Jika dikaitkan dengan sebuah kaderisasi zaman now yakni, “Bukanlah seorang kader ulul albab yang mengatakan ini seniorku, tetapi yang dikatakan kader ulul albab inilah aku“.

Oleh karena itu, mulai lah sejak dini untuk mengasah pola pikir yang luas, agar tajam dalam menganalisa sebuah konteks saat ini.

Penulis menghimbau para kader dimana pun berada, tak perlu engkau bergantung pada senior atau alumni yang tidak memanusiakan manusia, tapi jangan memilah-milih senior atau alumni untuk bersilaturrahim dan mempererat tali silaturrahim.

Politik di Indonesia bagaikan sebuah kamar mandi yang berada di rumah. Coba bayangkan saja, sebesar-besarnya rumah, jika tidak ada kamar mandi, akankah seperti apa perasaan Anda?. Silakan refleksikan otak dan pikiran kita sejenak.

Berita

PMII RPG Adakan Sekolah Jurnalistik

PMII Galileo – Sekolah Jurnalistik bertemakan “Serunya Menjadi Seorang Jurnalistik” di adakan oleh Pengurus Rayon ” Pencerahan” Galileo pada tanggal 17-18 Maret 2018 di Aula Pengurus Komisariat Sunan Ampel Malang dan di lanjutkan tanggal 24-25 Maret 2018.

Menurut Direktur LSO Jurnalistik (sahabat Rifqi Hubaib) selaku pelaksana, event ini rangkai selama dua minggu tiap hari sabtu dan minggu agar dapat memaksimalkan materi. Sehingga bagaimana kemudian output dari sekolah jurnalistik ini bisa mengena sesuai presentase yang ditargetkan.

Read more “PMII RPG Adakan Sekolah Jurnalistik”