Berita

Kebijakan kampus dan peran/posisi mahasiswa selama pandemi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang telah merumuskan 14 poin kebijakan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Langkah ini diambil menyusul keputusan pemerintah yang menetapkan wabah covid-19 sebagai bencana nasional.

Sebanyak 14 kebijakan ini tertulis dalam Surat Edaran Nomor 1117 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan dan Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Virus Corona (Covid-19) di Lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tertulis dalam edaran, kegiatan perkuliahan di lingkungan UIN Malang pada tanggal 16 sampai 28 Maret 2020 dilakukan dengan sistem pembelajaran online dalam jaringan (daring) atau dengan metode pembelajaran Iainnya.

Begitu pula dengan pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) yang dilaksanakan secara online. Sementara yang praktikum disesuaikan dengan kebijakan masing-masing fakultas.

“Kegiatan wisuda, PPL, PKL, magang dan praktik lainnya, seminar, workshop, FGD yang melibatkan banyak peserta dan pihak luar, pelaksanaannya ditunda sampai dengan ada ketentuan lebih Ianjut,” begitu yang tertulis dalam edaran yang ditandatangani oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg.

Untuk kegiatan seminar proposal, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian disertasi berjalan sebagaimana mestinya.

Setelah pelaksanaan UTS Ma’hadi (Selasa tanggal 17 Maret 2020) mahasantri yang menginginkan untuk tetap tinggal di ma’had harap mendaftarkan diri ke musyrif/musyrifah masing-masing.

Perlu diketahui, semua wali mahasantri atau keluarga yang berkunjung ke ma’had harap dicek suhu panas badannya menggunakan thermoineta dan inframerah. “Jika suhu badan tamu melebihi dari 37,3°C, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan masuk ke area ma’had,” tegasnya.

UIN Malang juga telah membentuk Posko Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan (Satgas Covid 19 UIN Maulana Malik Ibrahim) dengan hotline layanan alas nama dr Abdul Malik Setiawan M.Infect.Dis (081233123419) dr Christyaji lndradmojo (08563528107).

Tenaga pendidik, tenaga kependidikan masuk kerja seperti biasa. Presensi dilakukan secara manual sejak tanggal 16 sampai 28 Maret 2020 kecuali bagi yang sakit. “Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dilarang melakukan perjalanan dinas keluar negeri dan kota-kota dalam negeri,” timpalnya

Tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang baru saja kembali dari melakukan petjalanan dari luar negeri dan kota-kota dalam negeri diharuskan melakukan isolasi diri di rumah masing-masing selama paling kurang 14 hari dan melaporkan kepada satgas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prof Haris juga meminta agar seluruh civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agar tetap tenang.  “Menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan senantiasa melakukan tindakan pencegahan penularan covid-19 dengan cara lebih sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, meminimalisasi kontak fisik dengan orang Iain, memperhatikan etika batuk dan bersin, dan mengonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi,” paparnya.

Sebagai kampus berkelas dunia, kedatangan tamu luar negeri adalah hal biasa di UIN Malang. Namun, saat ini, tamu dari luar negeri harus melaporkan data tamu ke satgas covid-19 UIN Maulana Mallk Ibrahim Malang. “Untuk sementra waktu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hanya menerima tamu perorangan,” imbuhnya.

PMII merupakan organisasi ekstra terbesar di UIN maulana Malik Ibrahim Malang. Namun hal ini menjadi suatu ironi melihat banyaknya kader yang berada pada zona nyaman dan tak mampu bersikap kritis lagi. Seharusnya sudah tugas PMII mencerdaskan kehidupan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sehingga mampu berpikir kritis terhadap realita sosial yang ada.Melihat kondisi dunia mahasiswa hari ini, PMII harus lebih matang dalam mengembangkan visi dan misinya. PMII harus bisa menjadi organisasi “gaul dan kekinian” yang sesuai dengan tuntutan jaman, tentunya tanpa meninggalkan budaya-budaya PMII yang ada. PMII dituntut tetap terlihat “seksi” ditengah ababilnya mahasiswa-mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Diakui atau tidak, saat ini PMII adalah penguasa Republik Mahasiswa (RM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (semoga selamanya,amiin). Banyak kader PMII yang menjadi pimpinan pada organisasi di bawah naungan RM tersebut, dan ada beberapa yang menjadi pimpinan dalam UKM. Ini berarti tugas dari sahabat-sahabat PMII bisa dikatakan berat, karena selain harus menjalankan roda organisasi di PMII juga di intranya. Namun ada hal yang perlu untuk digaris bawahi, bahwa kita terjun dalam perpolitikan intra bukan semata-mata hanya mencari materi ataupun eksistensi saja. Lewat intralah pintu awal kaderisasi kita, lewat intralah kita mampu mengkritisi langsung kebijakan kampus, dan masih banyak hal-hal lainnya.Oleh karena itu kader-kader PMII harus mampu mempersiapkan diri sebaik mungkin baik dari segi kapasitas keilmuan maupun kecakapan managerial dalam organisasi. Sehingga nantinya ketika masuk dunia organisasi intra sudah matang dan siap tempur, hal ini wajib dipenuhi karena hal tersebut adalah tanggung jawab sebagai kader PMII.Hal lain yang perlu dicermati oleh kader-kader PMII adalah, kader PMII yang berada di tataran intra kampus harus mampu dan bisa mengcounter setiap kebijakan-kebijakan yang ditelurkan oleh akademik yang itu tidak berpihak kepada kepentingan akademik mahasiswa. Sesunggungnya banyak sekalikebijakan-kebijakan kampus yang tidak berpihak kepada kepentingan secara akademis mahasiswa, contohkanlah pembangunan infrstruktur kampus secara berlebihan, dikekangnya mahasiswa untuk tidak ikut organisasi dan masih banyak lagi. Bila hegemoni sistem ini terus kita biarkan, bukan tidak mungkin peran-peran mahaiswa yang ada dikampus akan semakin redup dan lambat laun akan mati. Ironis memang ditengah budaya demokrasi yang di agung-agungkan mahasiswa malah ciut. Ini yang harus segera kita benahi.Hal yang sering dilalaikan oleh sebagian besar kader PMII yang berada di lingkungan UIN Malang adalah pedelegasian kader pada ruang-ruang akademik fakultatif. Pos ini dirasa penting untuk ditempati mengingat minimnya delegasi kader yang tidak hanya mumpuni di wilayah organisasi tetapi juga matang untuk wilayah keilmuan fakultatifnya. Pun juga bila melihat tuntutan zaman yang memang sudah tidak bisa dikesampingkan untuk wilayah keilmuan fakultatif yang dalam hal ini adalah keilmuan sains serta terlalu monoton bila hanya pos-pos itu saja yang mampu untuk diisi dengan kader PMII sehingga persaingan di internal yang dirasa tidak penting akan selalu dan tetap berlanjut. Sebagai contoh salah satu pos akademik ini adalah asisten laboratorium atau bahkan asisten dosen bisa pula pada ruang komunitas keilmuan untuk mendukung terhadap akademik kader. Sehingga harapannya adalah lahirnya aktifis saintis sebagai oase di tengah padang pasir atas adanya krisis kader organisatoris dan saintis yang memang lahir dari rahim PMII bukan malah dari organisasi lain sehingga pelestarian aswaja tetap terjaga.Saat ini mahasiswa bukan waktunya untuk hanya terus menerima materi tetapi juga mencari tahu sendiri, karena mahasiswa berasal dari kata maha dan siswa. Arti dari kata maha adalah besar, sangat, amat, sedangkan dalam Bahasa sansekerta kata “maha” memiliki arti “agung” (great). Sedangkan kata “siswa” memiliki arti yang sama dengan pelajar atau orang yang sedang belajar. Dengan begitu mahasiswa merupakan pelajar yang tingkatannya lebih tinggi dibanding dengan siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. Sebagai mahasiswa tidak hanya menuntut untuk diberi materi terus menerus, tapi juga mengembangkannya materinya yang diberikan. Banyak cara dalam mengembangkan materi yang diberikan. Entah itu dengan membaca, dan mencari tahu dari berbagai sumber. Gelar mahasiswa bukanlah sembarang gelar yang diberikan. Tanggung jawab, ekspektasi, inovasi, kreatifitas, dan lainnya merupakan suatu hal yang menempel pada diri mahasiswa. Menjadi mahasiswa merupakan suatu tantangan serta kebanggaan tersendiri. Itulah kenapa mahasiswa disebut dengan agen perubahan bangsa. Mahasiswa selalu dihadapkan dengan berbagai permasalahan dan tantangan. Bagaimana cara mahasiswa dalam menghadapi situasi seperti ini pun akan disorot. Pandemi Corona virus yang terjadi menuntut kita untuk berjuang bersama dan lebih memahami, bukan justru ikut memperkeruh suasana.

                                                NIKENPUSPITA SARI

Berita

Galileo Reunian

Tahun baru, tahun yang sangat dinanti nanti oleh kebanyakan orang terutama sahabat / sahabati yang sedang berproses dalam bidangnya, sangat mengharap ditahun ini akan lebih baik lagi dan lebih baik dari tahun sebelumnya terutama oleh organisasi PMII Pencerahan Galileo. Sudah kebanyakan orang mengenal PMII ialah singkatan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang notabennya organisasi dengan cakupan secara nasional yang jelas sesuai dengan namanya. Organisasi yang mempunyai motto Dzikir, Fikir, dan Amal Shaleh ini akan melaksanakan program kerja reuni disetiap tahunnya. Galileo reunian merupakan pertemuan sahabat/ sahabati dari angkatan bawah sampai angkatan atas, yang akan diadakan di Ndayung Adventure. Acara ini juga adalah program kerja dari biro gerakan PMII Pencerahan Galieo. Tema dari reunian kali ini ialah kita satu dan pernah ada karena sahabat, kata satu dalam tema tersebut dikatakan bahwa kita mempunyai pemikiran yang berbeda beda namun tujuan kita sama dan kita pernah ada karena sebuah keluarga yang familiar disebut sahabat PMII. Tujuan dari acara itu tidak lain media silaturahmi yang diharapkan dari tujuan tersebut agar silaturahmi antar sahabat / sahabati tidak pernah terputus dan tetap terjaga sampai akhir, bukan hanya dari satu angkatan saja melainkan dari semua angkatan.

Read more “Galileo Reunian”

Rindu

Rindu adalah guru yang mengajari bibirku agar rajin menyebutmu

Rindu adalah guru yang membimbing mataku agar tekun memandangmu

Rindu adalah guru yang melatih telingaku agar khusyuk mendengarmu

Rindu adalah guru yang menuntun langkahku agar besemangat menujumu

Rindu adalah guru yang mendidik penaku agar telaten menulis namamu

Rindu adalah guru yang membimbing hatiku agar gigih mengenangmu

Dan Kaulah IBU , yang membasuh Rindu itu hingga menjadi Guru

Rif’atunnada. – Angkatan 2019 (Bima sakti)

Sakit

Beribu pilu kau rasa

Beratus kali kau dengar cela

Berpuluh tahun kau menahan amarah

Berkali-kali kau balas dengan kebaikan do’a

Ibu, wanita kuat yang selalu ku panggil dikala lara

Selalu tutupi sakit tanpa kesah

Kau terlihat ceria meskipun gundah

Teduh ronamu hapus segala gelisah

Aku tau kau tidak sedang baik

Akan kuhapuskan sedihmu walau pelik

Malang.21-12-2019 14:36

Nuzulul khoiriyah, Library and Information Science 2018

Harap

Ibu, Aku telah tumbuh dewasa

Kini aku tak bisa selalu memelukmu

Pun tak bisa berkeluh mengenai kegundahanku

Karna kau yang percaya aku bisa atasi semua itu

Akupun percaya lingkar do’a kita kuatkan prasangka

Betapa kuat kau dalam menghadapi perkara

Yakinkanku tuk teladani sososkmu akan tabah

Menjadi harap anugrah cinta

Nuzulul Khoiriyah – Angkatan 2018 (Galaksi)

Ibu – Malaikat Surgaku

Air mata yang menjadi saksi

Mempertaruhkan hidup dan mati

Namun ikhlas dalam hati

Memperjuangkan benih kecil 

Buah hati yang sangat dicintai tanpa tau wujud diri

Hingga mata bertatap 

Cinta pertama sampai akhir hayat

Melindungi, 

mencintai lebih dari apapun 

Pelita hidup, 

Kau, Malaikat Allah berwujud Manusia

Kupanggil kau, Ibu, Malaikat Surgaku

Afidatul Masbakhah – Angkatan 2018 (Galaksi)

Berita

Hari Ibu: KOPRI PR. PMII Pencerahan Galileo Adakan Kegiatan…

Hari Ibu Nasional jatuh pada tanggal 22 Desember, momentum peringatan ini sering diwujudkan dengan ucapan terimakasih untuk ibu, namun yang harus juga kita ingat disini adalah, hari ibu bukan hanya sebagai ucapan terimakasih untuk ibu karena telah berjuang dalam pekerjaan di ranah domestik, tetapi ibu juga merupakan sosok perempuan hebat yang dapat membagi tugas dan pekerjaannya dengan penuh perjuangan.

Selamat hari ibu untuk semua ibu yang ada di muka bumi

Read more “Hari Ibu: KOPRI PR. PMII Pencerahan Galileo Adakan Kegiatan Menulis untuk Ibu.”

Puisi Hari Ibu

Sosok seorang wanita hebat yang selalu menjadi inspirasi dan penguat akar komitmen diri ini. 

Ibu, terimakasih atas segalanya, habisan kata ini ketika teringat akan engkau, habis tinta emas ini untuk menulis semua tentang engkau.. 

Ibu, kau ibarat air dalam dunia ini, bening, indah, hening tapi kau bisa menumbuhkan segalanya. Kau tumbuhkan segalanya dalam hidup anakmu ini bu.

Terimakasih ibu, terimakasih atas segala hal yg kau berikan, dan semua kesabaranmu untuk mendidikku.

Tuhan, ku meminta kepadamu, jagalah beliau, jauhkanlah beliau dari segala hal yg membahayakan beliau, panjangkanlah umur beliau, serta jangan ambil beliau sebelum hamba bisa membuatnya tersenyum dan menebus semua yg beliau berikan kepada hamba….

Ainur Rahman – Angkatan 2018 (Galaksi)