Selasa , Oktober 16 2018
Breaking News
Home / Artikel / Siapakah Penghianat Sesungguhnya ?

Siapakah Penghianat Sesungguhnya ?

PMII Galileo – Kata “penghianat”, mungkin tidak asing ditelinga kita sebagai kader PMII. yap, PMII di anggap penghianat setelah mengeluarkan pernyataan independensinya dari Nahdlatul Ulama. Hal ini tentu bukan tanpa sebuah alasan, sejak dasawarsa 70-an, ketika rezim neo-fasis Orde Baru mulai mengkerdilkan fungsi partai politik, sekaligus juga penyederhanaan partai politik secara kuantitas, dan issue back to campus serta organisasi- organisasi profesi kepemudaan mulai diperkenalkan melalui kebijakan NKK/BKK, maka PMII menuntut adanya pemikiran realistis. 14 Juli 1971 melalui Mubes di Murnajati, PMII mencanangkan independensi, terlepas dari organisasi manapun (terkenal dengan Deklarasi Murnajati). Kemudian pada kongres tahun 1973 di Ciloto, Jawa Barat, diwujudkanlah Manifest Independensi PMII. Namun, betapapun PMII mandiri, ideologi PMII tidak lepas dari faham Ahlussunnah wal Jamaah yang merupakan ciri khas NU. Ini berarti secara kultural- ideologis, PMII dengan NU tidak bisa dilepaskan.

Pernyataan sikap independensi PMII dari NU, menjadi senjata empuk bagi lawan-lawan PMII di jajaran perguruan tinggi untuk melakukan konspirasi dengan mendoktrin kader-kader Nahdlatul Ulama untuk membenci PMII dengan mengesampingkan alasan pernyataannya. miris?, memang miris, disaat kader NU yang masih dalam tahap pencarian jati diri justru disuguhi hal yang berkebalikan dari kenyataan yang ada. Hal ini mungkin masih wajar, ketika dilakukan oleh organisasi yang berbeda idiologi dengan PMII. Namun, sangat miris ketika IPNU – IPPNU di tingkatan komisariat perguruan tinggi melakukan hal yang serupa. Hal ini juga bukan tanpa alasan, dewasa ini IPNU – IPPNU yang secara historis adalah orang tua dari PMII dan secara struktural adalah adik PMII, mulai ditunggangi oleh orang-orang yang berbeda idiologi dengannya. Dari sini saya mengajak para pembaca untuk berfikir bersama. PMII yang dilahirkan oleh IPNU secara visual ataupun non-visual jelas memiliki idiologi yang sama. Secara eksakta dapat kita analogikan, mungkinkan seorang saudara memiliki DNA yang jauh berbeda?. jawabannya pasti tidak mungkin. Secara ilmiah DNA orang tua dan anaknya 99% sama, maka jika orang tua tersebut memiliki dua anak, anak tersebut memiliki akurasi presentase kesamaan DNA 99%. Dari sini saya rasa para pembaca sepakat.

Baca : Tes DNA Untuk Menentukan Hubungan Bersaudara

Dari sini bisa saya simpulkan bahwa PMII dan IPNU – IPPNU memiliki idiologi yang sama. Lalu sekarang pertanyaannya, kenapa bisa IPNU – IPPNU sekarang termakan doktrin penghianatan PMII?. jawabannya sebenarnya sangat sederhana, di awal saya sudah menjelaskan bahwa doktrin dari lawan PMII adalah memunculkan konspirasi penghianatan dengan mengesampingkan alasan. IPNU – IPPNU ditataran perguruan tinggi yang bersikap kontradiktif dengan PMII, memang tidak semua IPNU – IPPNU, tapi tidak sedikit juga yang demikian, karena mereka sudah teracuni oleh konspirasi yang dilakukan lawan PMII, sehingga yang masuk ke IPNU – IPPNU banyak dari kalangan yang beridiologi berbeda, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk melunturkan sejarah di hadapan kader-kader IPNU – IPPNU.

Baca : Sejarah Terbentuknya PMII

Tulisan ini sebenarnya tidak mengarahkan IPNU – IPPNU sebagai subjek, melainkan orang-orang IPNU – IPPNU yang mengikuti organisasi dengan idiologi yang berbeda. Saya sendiri merupakan kader IPNU dan PMII, namun, semenjak saya menginjak bangku perkuliahan, saya mengetahui banyak hal tentang orang dengan idiologi berbeda yang menunggangi IPNU – IPPNU, terutama dari kalangan yang tidak jelas idiologinya, kalangan yang tidak jelas kaderisasinya pasca kepengurusannya.

Tidak masuk akal memang, orang yang beridiologi berbeda mengaku kader IPNU-IPPNU, lalu anak IPNU – IPPNU yang kemudian melanjutkan karir dengan golongan yang berbeda idiologi ketika menginjak masa Mahasiswa. Bagi saya selaku kader IPNU tidak mengakui mereka yang demikian adalah kader IPNU. Karena jelas kaderisasinya gagal walaupun secara struktural mereka kader IPNU-IPPNU, tapi darah mereka berbeda. Sehingga ketika ditanya siapakah penghianat yang sesungguhnya?, jelas jawabannya mereka yang mengaku IPNU – IPPNU, tapi memiliki idiologi yang berbeda. Pernah dengar musuh dalam selimut?, mungkin itu kata-kata yang pantas untuk mereka. Dari sini jelas bukan, kenapa saya mengatakan “kader IPNU – IPPNU yang masuk organisasi dengan idiologi yang berbeda bukan kader IPNU – IPPNU”.

Pada dasarnya, identitas suatu organisasi dilihat dari idiologinya. orang yang beridiologi berbeda, memiliki cara pandang dan pengambilan keputusan yang berbeda. PMII dan IPNU – IPPNU adalah suatu komponen yang tidak mungkin bisa dipisahkan. PMII dilahirkan untuk menyelamatkan IPNU-IPPNU ditataran perguruan tinggi yang dulunya terinjak-injak oleh organisasi lain. IPNU-IPPNU tetap bertahan di perguruan tinggi untuk menjaga kultur Nahdlatul Ulama di perguruan tinggi. Lahirnya PMII dimotori kader-kader terbaik IPNU, IPNU-IPPNU di selamatkan oleh lahirnya PMII di kampus. Sehingga sangat tidak pantas PMII dan IPNU-IPPNU berseteru diperguruan tinggi.

Tulisan ini saya harap dapat menimbulkan kesadaran, bahwa PMII dan IPNU-IPPNU tidak saling bermusuhan, musuh yang sebenarnya adalah mereka yang beridiologi berbeda, yang mencari penghidupan di Nahdlatul Ulama. Sinergikan pergerkan, berpegangan tangan, menuju NU di masa depan.

sebagai closing statement “tetaplah belajar dalam berjuang untuk bertaqwa kepada Alloh SWT, dengan cara berfikir, berdzikir, dan beramal sholeh”.

oleh : Sahabat Galileo

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Asmatku Belum Teruji

PMII Galileo – Hari-hari ini hampir di semua media social tengah membincangkan persoalan #KartuKuningJokowi. Berjibun komen …

VALENTIN’S DAY: Dialektika Hukum dalam Perspektif Remaja Era Futuristik

PMII Galileo – Gejolak perbedaan pendapat dalam menanggapi suatu hukum permasalah dalam ranah pemuda di …

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru …

Peran Mahasiswa Masa Kini

PMII Galileo– Sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui apakah esensi sebenarnya yang terkandung dalam satu kata …

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

PMII Galileo – Sejak awal Negara Barat terjadi dikotomi antara agama dan filsafat. Sebelum berkembangnya …

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *