Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Artikel / Sebatas Hari Kasih Sayang

Sebatas Hari Kasih Sayang

PMII Galileo – Ironi yang sangat disayangkan, khususnya pada remaja saat ini. Menghadapi tanggal 14 Februari, membuat mayoritas remaja yang tengah mencari jati diri kerap dengan mudah mengikuti budaya dan kebiasaan barat, yang sudah tak asing lagi yakni merayakan Hari Valentine. Jika kita kembali mengkaji bagaimana sejarah, asal muasal lahirnya Hari Valentine tentu akan timbul pola pikir betapa bobroknya sejarah yang kemudian kita kenal dengan sebutan Hari Kasih Sayang. Sehingga, hal ini yang kemudian melatar belakangi praktik Hari Valentine kerap diisi dengan perbuatan-perbuatan negatif.
Pro dan kontra tentu tidak dapat dipungkiri akan selalu ada pada setiap problema yang muncul di masyarakat. Begitu pula dalam menanggapi perayaan Hari Valentine. Jika kita pandang secara langsung, perayaan valentine dikalangan remaja saat ini begitu buruk dan melebihi batas norma dalam masyarakat. Remaja tak lagi memfilter mana sisi positif dan negatif dari perayaan ini. Mereka cenderung mengedepankan nafsu dan kepuasaan diri semata tanpa berfikir apa dampak dari perbuatannya itu.
Sebagai umat muslim merayakan valentine, merupakan hal yang sangat dilarang dalam syari’at, selain karena perbuatannya yang sangat dekat dengan maksiat merayakan valentine juga memiliki arti kita telah menirukan adat atau kebiasaan dari suatu kaum. Dimana dalam salah satu hadist dijelaskan bahwa, “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam kaum tersebut.” Sehingga secara tidak langsung jika kita merayakan valentine yang merupakan budaya orang Barat, kita dapat dianggap menyerupai mereka dan termasuk bagian dari mereka pula.
Tidak dapat dipungkiri perayaan valentine sudah menjamur disetiap apisan generasi, bahkan anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, turut andil menyemarakkan perayaan Hari Valentine. Inilah kemudian yang menjadikan suatu problema bagi kita semua bahwa perayaan valentine telah menyerang generasi muda bahkan sejak usia dini. Yang menjadi tugas kita saat ini sebagai generasi pemikir, haruslah memikirkan bagaimana kemudian mengubah pola pikir dan cara pandang mengenai hari kasih sayang. Sebagaimana usaha para Wali Songo, yang sedikit demi sedikit membuat revolusi pada adat dan kebiasaan masyarakat Hindu-Budha menjadi lebih ke-Islaman dan sesuai dengan syariat.
Memandang Hari Valentine, sebatas hari kasih sayang. Mengingatkan kita akan pentingnya hidup dengan toleransi dan tak lagi melihat Hari Valentine dari satu perspektif saja, serta tidak mempersempit makna dari Kasih Sayang itu sendiri. Kita jadikan moment Hari Valentine sebagai refleksi diri, apakah kita telah memiliki rasa kasih sayang dengan sesama manusia (Hablum minan nas) atau hanya sekedar menjiplak tradisi orang barat yang menjadikan hari valentine sebagai pembebasan diri dan mengembarakan nafsu belaka. Kita rubah mindset dan kemudian memanfaatkan perayaan valentine sebagai bentuk pengaplikasian sifat Tuhan Yang Maha Rahman Rahim. Karena dengan senantiasa mengingatNya kita tentu akan menjadikan Hari Valentine, sebatas hari kasih sayang yang dirayakan dan diakui oleh umat dunia dari sekian banyak hari yang merupakan Hari Kasih Sayang bagi kita sebagai umat muslim.

Oleh : Sahabat Nuril

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *