Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Artikel / Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya golongan ahlussunnah wal jama’ah, rasanya tuduhan bid’ah sangat akrab. Suatu prilaku yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Merupakan devinisi singkat dari kata yang sangat viral tersebut.

Saya kira, ketika kita membahas istilah Bid’ah, sudah bukan hal yang menarik lagi untuk sahabat diskusikan. Karena hal tersebut merupakan perdebatan lama antar kelompok dalam Islam. Namun, tulisan ini tidak terfokuskan kepada perdebadan-perdebatan tersebut. Pada dasarnya tulisan ini hanyalah sekedar dagelan waktu saya bersilaturrahim ke senior sahabat PMII yang sangat menarik menurut saya.

Kita awali dari kata Bid’ah. Sesuai yang saya sampaikan di awal, Bid’ah merupakan perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rosululloh S.A.W. Yap, sahabat pasti sepakat Bid’ah itu ada dua macam yang pertama adalah Bid’ah Dholalah (Bid’ah yang jelek), dan yang kedua adalah Bid’ah Hasanah yang (Bid’ah yang Baik). Dalam syari’ah segala perbuatan baik buruknya diukur berdasarkan Mafsadah dan Maslahah-nya. Segala perbuatan yang lebih besar Mafsadah-nya (keburukan/kerugian) maka hukumnya tidak diperbolehkan. Sementara perbuatan yang lebih besar Maslahah-nya (kebaikan/manfaat) maka hukumnya diperbolehkan. Begitu pula dengan hukum pada Bid’ah, karena Bid’ah juga merupakan perbuatan.

Pemahaman tersebut sudah mulai sedikit demi sedikit diterima oleh golongan-golongan di luar ahlussunnah wal jama’ah. Namun, terdapat golongan yang membuat saya geleng-gelang kepala. Golongan tersebut mengatakan bahwa Al-qur’an (mushaf) yang ada saat ini adalah bid’ah dan tidak boleh dibacakan, karena Al-qur’an yang asli ada di Lauhil Mahfudz. pendapat tersebut memang betul, bahwa Alqur’an yang sekarang (mushaf) itu adalah bid’ah, tapi ekstrimnya mereka adalah mengatakan Al-qur’an yang sekarang tidak boleh dibacakan, tapi mereka tetap menggunakan Al-qur’an tersebut dengan alasan “selama Al-qur’an yang asli belum ada, ya ini saja dijadikan alternatif”, lucu bukan.

Dari pemikiran tersebut membuat saya berfikir, kalau memanh demikian, apakah saya membaca Al-qur’an saat ini tidak diperbolehkan, karena Nabi saja baru membaca Al-quran sejak usia 40 tahun. Dan apakah sholat saya saat ini tidak diprbolehkan karena Nabi saja baru sholat sejak usia 53 tahun (peristiwa Isro’-Mi’raj),sementara usia saya masih usia Mahasiswa dengan alasan Bid’ah. Jika melihat Bid’ah dipatokkan kepada dhohiriyah saja lalu siapan sebenarnya yang ahlul bid’ah. Lebih-lebih ketika ahlul-bid’ah dianggap Kafir, lalu siapa yang sebenarnya kafir, apa semua umat Islam itu kafir?

Yah kira-kira begitulah dagelan kami saat bersilaturrahim ke senior kami. Tulisan ini bukan sebagai pengkerdilan beberapa golongan, juga bukan untuk menambah wawasan sahabat, karena saya yakin, wawasan sahabat tentang Bid’ah sudah sangat luas.

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *