Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Artikel / Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru dibantai habis. Ahlussunnah wal Jamaah, Islam Nusantara, menjadi bulan-bulanan warganya sendiri. Yang membela NKRI justru di anggap teroris.”

Saya merasa bingung dengan negeri ini, antara harus tertawa atau malah menangis. Mengingat keadaan negeri yang luar biasa lucu namun miris. Bagaimana tidak, masyarakat negeri ini mengatak putih padahal yang berisi adalah hitam.

Selama satu tahun lebih, siapa diantara kita semua yang tidak tahu bahwa NKRI ini berada dalam ambang kehancuran. Tapi justru kita dibutakan oleh siasah bejat ulama yang tak hatam kitab salafus sholeh, tak paham hadist, namun sudah berani berfatwa.

Yap, masyarakat banyak yang mengira siasah itu yang paling benar, dengan dalih Islam harus menguasai Indonesia, gelora takbir mereka kumandangkan, melantangkan asma Tuhan sebagai upaya penarikan masa demi kepentingan politik satu arah. Katanya sih untuk Islam, tapi mereka tak paham apa itu Islam. Katanya untuk Ulama, tapi mereka tak paham sejarah perjuangan Ulama pendahulu di Indonesia.

Teruntuk warga NU, haruskah saya marah terhadap kalian semua?. Haruskah saya memohon kepada kalian semua? Haruska saya menangis hingga meneteskan darah didepan mata kalian semua?. Kapan kalian semua akan sadar, kalian sedang dijadikan boneka ulama jadi-jadian. Mereka yang kau anggap pahlawan Islam, mereka yang mencaci maki ulama’mu, mereka yang merusak ideologi yabg ada di hatimu.

Tak bisakah kau lihat, mereka dengan bangganya mengatakan diseluruh media, mereka berhasil mengumpulkan ratusan ribu masa, dan kalian dianggap bagian mereka. Sedangkan mereka mengobrak abrik perjuangan ulama’mu. Mereka yang kau anggap paling alim, mengajarimu mengumandangakn takbir yang bukan pada tempatnya. Lucu, kalau boleh saya bilang, itu namnya mendzolimkan kebesar Tuhan.

Teruntuk warga Nahdhiyyin, jangan pernahlah kalian mengaku bagianku, disaat kalian justru menyakitiku. Kalian menyakiti, menghina, mencacimaki dan menghujam ulama’ku. Jangan pernah kau mengaku santriku, jika kalian telah lupa semboyanmu. Jangan kau menggembor-gemborkan semboyan sami’na wa atho’na kalau kalian tak pernah mengikuti Ulama-ulamaku.

Ingatlah, perjuangan Sang Kiyak, yang dengan susah payah membangun negeri ini, menjaga negeri ini. Seberapa jauh keintelektualitasan pemikiranmu sampai kau berani berijtihad sendiri. Sejauh mana tirakatmu sampai kau mengaku kamu yang paling khus. Sadarlah saudaraku, sahabatku, rekanku, janganlah mau diperbudak oleh orang yang tidak kau kenal, idiologimu ahlussunnah wal jamaah, Golonganmu Islam Nusantara, sifatmu tawazzun, tasammuh, tawassuth, bukan golongan khilafah, bukan golongan pendzolim Takbir.

Allohumma Sholli Ala Muhammad

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

PMII RPG Adakan Mapaba Sesion II

Tahun akademik baru menjadi ajang perlombaan mahasiswa baru disemua Universitas dan sekolah tinggi di Indonesia. …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *