Sabtu , November 17 2018
Breaking News
Home / Artikel / Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

PMII Galileo – Sejak awal Negara Barat terjadi dikotomi antara agama dan filsafat. Sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan yang sangat pesat di Negara Barat, pada mulanya mereka hanya mengenal Teologis, dan kemudian berkembang menjadi Metafisik, dan baru kemudian lahir ilmu-ilmu pengetahuan yang menjadi cikal-bakal ilmu pengetahuan modern saat ini. Berbeda dengan pandangan Islam, dimana Islam bukan memisahkan antara agama dan filsafat dan juga ilmu pengetahuan, akan tetapi dalam islam kita mengenal adanya Agama Teologis dan Agama Ilmu. Hal inilah yang kemudian membedakan Filsafat Islam dengan Filsafat yang berkembang di barat.

Jika saja kita mau mengamati beberapa Universitas Islam Negeri, mulai terpengaruh oleh paham barat, dimana terjadi dikotomi antara agama, filsafat dan ilmu pengetahuan. Namun, adanya Pohon Ilmu yang berada di UIN Malang, dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan ilmu maupun belajar filsafat,kita ketahui bahwa landasan dan sumber utama dari segala bentuk ilmu pengetahuan berasal dari Tuhan yang dalam hal ini Agama, jadi antara filsafat, ilmu dan agama adalah satu kesatuan yang saling melengkapi.

Why Important Think Philosophy?

Sebagian filosof enggan menyebutkan filsafat sebagai cabang ilmu pengetahuan, karena filsafat merupakan refleksi filosofis dari kehidupan manusia. Secara fundamental filsafat memiliki makna rasional, mengupas secara mendalam menggunakan akal dan pemikiran. Di dalam Islam, pemikiran secara rasional diistilahkan dengan burhani (Logika Silogisme). Pada awal munculnya filsafat,  di Yunani juga berkembang mitologi atau mitos yang menganut paham irasional, sehingga seringkali mitos ini bersaingan dengan pemikiran filsafat yang rasional.

Yang menjadi pertanyaan untuk saat ini, masihkah mitos menjadi musuh dalam kehidupan manusia? Jika hal ini masih terjadi dapat dipastikan bahwa manusia modern pada hakikatnya masih memiliki pemikiran yang sangat klasik. Mengapa demikian, karena dalam pemikiran klasik pada zaman dahulu, mayoritas masyarakat memercayai dan mendewakan mitos dan takhayul. Sedangkan, di era modern ini pemikiran klasik lebih mengarah pada situasi atau keadaan dimana akal terbelenggu oleh pemikiran mengenai mitos-mitos tersebut. Dalam situasi ini peran mahasiswa khususnya insan pergerakan memiliki peran untuk menggaungkan rasionalitas, dan membebaskan diri dari belenggu, yang kemudian akan melahirkan pencerahan pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sebuah ironi yang belakangan ini marak menjadi perbincagan di media sosial akan lahirnya agama baru yang bertuhankan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Lantas dalam keadaan seperti ini masihkah dapat dikatakan relevan antara Filsafat,Sains(Ilmu), dan Agama. Sebagai insan pergerakan kita dituntut untuk memiliki sikap kritis terhadap segala hal. Sikap kritis juga merupakan komponen terpenting dalam filsafat. Seseorang dapat dikatakan memiliki sikap kritis apabila dalam dirinya muncul keraguan atas sesuatu, dengan selalu muncul rasa ingin tahu dan mempertanyakan kembali akan konsep yang telah matang, dengan pertanyan mendasar (fundamental). Dengan sikap kritis kita akan memiliki wilayah pemikiran yang otonom atau dapat dikatakan kebebasan. Kondisi ini memiliki implikasi terhadap dengan tidak bergantung pada pandangan orang lain dan mampu berfikir sendiri (Sapare Aude). Filsafat bukanlah ilmu instan yang secara gamblang memberikan materi, namun filsafat merupakan alat, tinggal bagaimana kita dapat memfungsikan alat tersebut untuk menganalisis setiap persoalan dan permasalah  yang muncul di masyarakat. Dengan memiliki pemikiran yang rasional serta sikap kritis tentu akan tercipta insan pergerakan yang memiliki kepribadian yang terbebas dari belenggu pemikiran klasik(mitos).

Oleh : Sahabat Nuril Qomariyah

 

Tentang Nuril

Lihat Juga

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru …

Peran Mahasiswa Masa Kini

PMII Galileo– Sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui apakah esensi sebenarnya yang terkandung dalam satu kata …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *