Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Berita / UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup bersaing dengan Universitas besar di Indonesia, sudah sepantasnya untuk menciptakan gebrakan-gebrakan baru ditengah era yang semakin menuju futuristik.

Universitas yang berlebelkan Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kembali peradaban Islam yang sempat hilang dari peradaban dunia. Lebel Islam tidak bisa menjadi alasan untuk tidak ikut andil dalam perkembangan teknologi dunia.

UIN Maliki Malang, sesuai dengan tujuannya untuk membentuk kader Indonesia intelek yang ulama dan ulama yang intelek, semakin memperlihatkan eksistensinya di antara perguan tinggi mentereng di Indonesia dengan membentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” yang diresmikan oleh Kepala Ditjen Pendis Bapak Prof. Dr. Kamaruddin Amin, M.A. di Aula Rektorat Lt. 5 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, senin, (17-11)

Prof. Abdul Haris selaku Rektor UIN Maliki Malang, menyampaikan “lembaga riset ini merupakan bentuk kerjasama kampus dengan fakultas Sains dan Teknologi yang terus mengembangkan riset dan penemuan-penemuan terbaru. Dalam praktiknya Majma’ al Buhuts wa al Ifta’ (dibaca MBI) diharapkan dapat menjadi salah satu bagian yang menangani isu-isu serta problema pada masyarakat. Dengan menawarkan beberapa jenis inovasi seperti MBI online, Halal Center, Falaq Center dan Konsultasi Fiqih”.

Menurut Kepala Ditjen Pendis, “Pembentukan lembaga ini merupakan inisiasi yang sangat baik di kalangan PTKIN, serta sangat strategis mengingat peran perguruan tinggi yang memiliki fungsi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang perlu memiliki lembaga pengabdian masyarakat yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini, lembaga ini selain merupakan inovasi baru juga berkontribusi tinggi pada masyarakat. Mengingat kembali bahwa beberapa negara dengan universitas maju di dalamnya seperti Al-Azhar di Kairo yang memiliki lembaga fatwa bertaraf internasional. Selain itu, negara-negar maju di Eropa dan Amerika juga memiliki universitas besar yang berkontribusi tinggi dan memiliki semangat pengabdian masyarakat”.

“Dengan membentuk MBI, menjadikan Kampus UIN Malang dapat mengawal bangsa untuk meningkatkan daya saing. MBI dapat menjadi refleksi sebagai instrumen untuk merespon problema masyarakat dengan memberikan tawaran yang sangat solutif, mengingat kompleksnya permasalah masyarakat saat ini” tambahnya.

“Mengoptimalakan peran PT, khususnya PTKIN yang memiliki kontribusi secara fundamental untuk mencetak generasi masyarakat indonesia yang demokratis”.

Memang kontribusi ini merupakan jenis kontribusi yang tidak terlihat, yakni mengkonsolidasikan demokrasi di indonesia dan menanamkan pemahaman keagamaan yang moderat. Dimana refleksi keagamaan di sebuah bangsa dipengaruhi tradisi kesarjanaan bangsa tersebut. Sehingga lulusan PT dan PTKIN diharapakan dapat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu dan juga keagamaan.

Kontribusi yang dimiliki PTKIN dalam menciptakan generasi intelek yang memiliki spiritual dan nasionalisme tinggi tidak terlihat namun dampak yang sangat besar terasa. Sehingga, diharapkan mahasiswa di PTKIN tidak hanya mengadopsi dan mengembangkan penemuan-penemuan yang telah ada namun juga melakukan inovasi-inovasi yang memiliki daya saing dengan bangsa lain dan memiliki kontribusi serta manfaat yang besar bagi bangsa.
Oleh: sahabat Nuril Qomariyah

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia …

Biografi Ibnu Taimiyyah

PMII Galileo – Syaikhul Islam Al Imam Abul Abbas namanya adalah Ahmad bin Abdul Halim Abdus …

Biografi Sahabat Mahbub Junaidi

PMII Galileo –  Mahbub Djunaidi sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar …

Sambutan Ketua Rayon “Pencerahan” Galileo 2017-2018 (Ahmad Qomaruddin) 

  Assalamualaikum warahmatullahi  wabarakatuh Salam Pergerakan!!! Yang terhormat  PB pergerakan mahasiswa islam Indonesia Yang terhormat  …

Wujudkan National Single Identity, Menkominfo Wajibkan Masyarakat Registrasi Ulang Kartu SIM Prabayar dengan KK dan NIK, Bagaimana Caranya?

Sahabat Galileo – Baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Republik Indonesia mengeluarkan peraturan …

Open House PMII Rayon “Pencerahan” Galileo

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh *Bersemilah bersemilah kader PMII. Tumbuh subur tumbuh subuh kader PMII* Kepengurusan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *