Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Artikel / Rangers Galileo

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis dan komprehensif, agaknya sedikit sudah cukup untuk membuat aku berani bercerita tentang kisah-kisah yang tergambar dari serial action untuk anak-anak yang jaya pada pertelevisian Indonesia di awal era 2000an ini.

Pengamatan yang saya maksud antara lain adalah pada latar cerita, plot sampai twice-twice menarik dalam setiap serialnya. Kalau soal siapa aktor, sutradara, produser sampai konspirasi dibelakangnya, aku tak dapat menceritakan. Dan untuk tulisan ini, yang ingin aku bicarakan adalah soal plot yang ada dalam setiap kisah power rangers. 

Dalam kisah power rangers, selalu diawali dengan memberikan gambaran pada manusia-manusia korban bullying, si lemah, proletar sosial atau mustadh’afin kalau kata anak-anak pergerakan. Si korban ini memiliki perbedaan dari manusia pada umumnya, yang sering tergambar adalah mereka yang lemah fisiknya, kutu buku dan orang-orang intovert yang tak punya kawan. -kalau ada yang gusar aku memilih redaksi kawan dan tidak sahabat, lebih baik MAPABA lagi,, heeee- .

Selanjutnya, sang mustadh’afin ini akan segera perang batin, hari-harinya akan semakin risau, mereka berfikir kenapa dirinya berbeda dan kenapa dibully oleh teman-temannya, sampai pada satu titik kulminasi dimana mereka akan menerima semacam wahyu dari langit yang memberitahu pada sukma mereka, bahwa mereka bukanlah orang biasa, lalu mereka mendapat bisikan langit, bahwa sejatinya mereka adalah seorang power ranger, selanjutnya mereka dibaiat, dan setelahnya secara siknifikan mereka menjadi orang-orang yang sangat pede pun juga memiliki kekuatan kanuragan yang maha hebat. Selanjutnya mereka akan segera bertugas menjadi power rangers dengan jobdis utama adalah menjaga keamanan dan perdamaian umat manusia dari serangan monster-monster jahat. Tak pernah diceitakan soal gaji sebagai power rangers dan kapan mereka anak mengambil cuti haid atau hamil, padahal saat rangers pink mau berserikat, harusnya mereka mendapatkan hak itu. 

Hari-hari power rangers diisi dengan kegiatan berupa bangun pagi, sarapan, tapi tak sampai habis sudah dipangil kantor karena ada mosnter mengacau, lalu mereka turba mencari lokasi monster, bertarung, awalnya mereka kalah, lalu menang, lalu moster menjadi besar, kemudian power rangers memangil robot besar, robot dan moster besar berperang, awalnya robot kalah, lalu dapat comeback diakhir-akhir laga seperti Manchaster United era Alex Fergie dan diakhiri dengan kemenangan manis robot power rangers.

Plot kisah ini akan diulang setiap hari dan yang berubah hanya jenis monster dan bagaimana ansos serta reksos yang dilakukan para power rengers dalam menghadapi musuh. Analisa mereka selalu benar, aku curiga power rangers adalah alumni PKD. Heee-

Sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, “siapa itu power rangers?” saya yakin sahabat-sahabat semua akan menjawab “pahlawan pembela kebenaran”. Kecuali yang sudah baca buku filsafat, dan pandai berretoris, pasti akan  memaparkan makna power rangers dari konsep ontologis, epistemologis sampai aksiologis, dan akan lebih panjang jawabannya dari keseluruhan tulisan ini. Heee-

Lalu, kalau power rangers adalah pahlawan, apa persamaan power rangers dengan Soekarno, Hatta, Bung Tomo dan pahlawan-pahlawan lain yang kita kenal dari buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL)?

Kira-kira persamaannya kurang lebih adalah berikut:

Mereka semua sama-sama siap mati untuk perdamaian

Baik power rangers dan pahlawan nasional sejatinya dalam setiap gerakannya penuh dengan ancaman kematian. Lihat saja betapa gagahnya power rangers adu tembak dan pedang laser, salah pukul atau telat menghindar, kematian sudah jadi konsekuensinya. Pun demikian dengan pahlawan nasional kita, perjuangan mereka tak jauh dari ujung bedil kompeni, seakan-akan kawan terdekat pahlawan nasional adalah kematian, kapanpun dia bisa ditikam kompeni kalau salah gerak.

Tidak memikirkan dirinya sendiri, yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan mensejahterakan umat

Power rangers siap dipanggil padahal sedang enak-enak makan adalah bukti kongkrit betapa hidup mereka sejatinya sudah tidak untuk kepentingan mereka sendiri. Hidup mereka sudah dihibahkan pada umat yang mereka sayangi. Sama halnya dengan pahlawan nasional, yang ada di hidup para pahlawan bukan memikirkan dirinya sendiri, visi besar pahlawan adalah memerdekaan bumi Indonesia dan mensejahterakan umat.

Siap ditawan musuh dan diasingkan

Sering kita lihat dalam kisah power rangers, salah satu diantara mereka ditawan musuh dan diasingkan, mereka dibuang karena mengganggu jalannya misi menguasai dunia. Dan ini pun sudah menjadi hal yang lumrah diterima pahawan nasional kita, bisa dibaca berbagai risalah yang mengisahkan pahlawan-pahlawan kita, pasti ada kisah tentang mereka diasingkan.

Standby 24 jam dalam menjaga perdamaian

Power tangers dan pahlawan nasional kapanpun dan dimanapun mereka sedang berada, saat ada bahaya mengancam, mereka akan siap bertempur. Tak perduli panas,hujan, petir, badai sampai kenangan mantan. Mereka akan tersus terjang tiran penghalan untuk mengalahkan musuh.

Jumlahnya tak banyak, alias orang-orang pilihan dan menonjol dari yang lain

Dan ya, ini sudah tentu. Pejuang kemerdekaan memang banyak, tapi yang kita kenal hanya beberapa. Power rangers juga demikian, pasti hanya diisi 3, 5 atau 6 orang saja dalam setiap serialnya. Ini semua karena mereka menonjol dari yang lain.

Hee mas, kalo sarat-saratnya cumak gitu, anak pergerakan juga pahlawan dong? Lihat saja pola hidup anak pergeraakan. Merani mati? Tentu! Demo musuh pentung satpam sampek bedil polisi gak membuat mundur dari barisan. Tidak memikirkan diri sendiri? Jelas, wong yang diperjuangkan itu kesejahteraan mustadh’afin, gak pernah to dengan anak pergerakan demo untuk mintak uang bayar kontrakan rayon yang sering telat tiap tahun. Siap ditawan? Wahh,, ojok ditanyak mas, berapa jumlah anak pergerakan yang jadi tawanan kampus dan di blacklist karena perjuangannya? Jari kita sampek tak cukup menghitungnya. Standby 24 jam? Ehhee mas, kita pembacaan buat demo itu biasa lo sampek subuh dan pagi sudah siap demo. Kalo ada rapat-rapat dan kajian, kita juga selalu siap sedia kapanpun. Dan jumlahnya tak banyak? Wahh jelas mas. Rasio mahasiswa pegerakan dengan seluruh mahasiswa disuatu kampus bisa dihitung sendiri lah.

Dan tepat sekali, aku juga sepakat kalau menyebut mahasiswa pergerakan sudah punya bekal menjadi pahlawan. Dari seluruh anak pergerakan, hanya ada beberapa saja kan yang sangat dikenal publik. Seperti ratusan pahlawan kita, pikiran kita pasti tak jauh-jauh dari nama soekarno, hatta, yamin, bung tomo. Dan tentu, itu karena pahlawan-pahlawan yang lebih dikenal ini lebih menonjol, unik serta otentik.

Mari kita seret pengandaian ini pada Rayon ‘pencerahan’ Galieo. Siapa yang tidak kenal anak galileo yang ikut demo bela kendeng tolak semen melawan Ganjar Pranowo di Semarang?. Siapa yang tak kenal anak galileo yang menjadi pejuang literasi dengan membat komunitas literasi gubuk tulis?. Siapa yang tak kenal anak galileo yang menjual bubur untuk dana kuliah dan sekarang sudah hatam menjadi master kimia?. Siapa yang tidak kenal anak galileo yang menjadi aktivis media sosial dengan mengembangkan akun info positif berupa kutipan-kutipan tokoh publik?. Siapa yang tak kenal anak galileo yang menjadi inisiator Gerakan GUSDURian Muda Kota Malang dan sekarang sedang menjadi koordinator GUSDURian Probolinggo?. Siapa yang kan kenal anak galileo yang menjadi inisiator dibentuknya rayon galileo?

Sejatinya dalam memahami pahlawan dan kepahlawanan, tak perlu jauh-jauh, karena disektar kita ada pahlawan-pahlawan baru dibidangnya masing-masing. Yang perlu dilakukan bukanlah mengalahkan orang lain atau mengusahakan diri lebih baik dari orang lain agar kita terlihat lebih ngaktifis dan lebih pahlawan. 

Sahabat semua tek perlu menjadi aktivis yang lebih aktivis soal agraria agak bisa mengalahkan Encok, Ihya dan Izzudin. Sahabat semua tak perlu membuat gubuk tulis lain untuk mengalahkan Muiz. Sahabat semua tak perlu jualan bubur dan menjadi master kimia untuk mengalahkan Erwanto. Sahabat semua tak perlu membuat sabda perubahan baru untuk mengalahkan Yasin Arif. Sahabat semua tak perlu menginisiaasi GUSDURian lain untuk mengalahkan Anas Ahimsa dan sahabat semua tak perlu membuat rayon-rayon baru untuk mengalahkan Ahmad ‘Buset’ Busaidi. 

Yang perlu dilakukan adalah mengalahkan diri sendiri. Perjalanan lebih jauh dan lebih dalam untuk mengenal diri sendiri. Karena dengan bergabung di PMII, kita sudah punya bekal-bekal menjadi pahlawan (baca makna pahlawan di KBBI), tinggal mengalahkan musuh terbesar kita, diri sendiri!. 
Yogyakarta, 9 November 2017

Bakhru Thohir (Pernah MAPABA dan PKD di Rayon “pencerahan” Galileo ke-XII dan sampai sekarang belum hafal tujuan, tri hikmat, tri motto apalagi NDP PMII)

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Asmatku Belum Teruji

PMII Galileo – Hari-hari ini hampir di semua media social tengah membincangkan persoalan #KartuKuningJokowi. Berjibun komen …

VALENTIN’S DAY: Dialektika Hukum dalam Perspektif Remaja Era Futuristik

PMII Galileo – Gejolak perbedaan pendapat dalam menanggapi suatu hukum permasalah dalam ranah pemuda di …

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru …

Peran Mahasiswa Masa Kini

PMII Galileo– Sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui apakah esensi sebenarnya yang terkandung dalam satu kata …

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

PMII Galileo – Sejak awal Negara Barat terjadi dikotomi antara agama dan filsafat. Sebelum berkembangnya …

Dunia Rasa Maya

Nadi kaki kiri berdiri Lima meter ranah merah darah Delapan santapan senapan Kau korban kedalaman …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Apa Kabar Negeriku, Hari Ini?

Ada yang hilang dari negeriku Perkara se-abad lalu Ada yang hilang dari negeriku Pasal suara …

Jangan panggil aku pahlawan!! 

Darahku tumpah tanpa celah Badanku remuk tak peduli bentuk Hidupku hancur mengucur lebur Kepingan ketiganya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *