Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Artikel / Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . .

(Ismail Marzuki-Gugur Bunga)”

Sosok yang tangguh, tak gentar membela rakyat Indonesia dan rela bercucuran darah tuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Mungkin itulah opini tentang hari pahlawan yang selama ini tertanam dalam benak kita semua. Perjuangan para pahlwan yang gugur saat berperang melawan sang penjajah belanda membuat namanya harum di dalam kenangan masyarakat Indonesisia, sehingga disepakatilah tanggal 10 November sebagai hari pahlawan.

Siapa bangsa yang tak bangga didalam negaranya terdapat sosok pahlawan yang luar biasa, hingga rela mati-matian dalam berjuang membela tanah air hanya untuk masa depan Negara yang penuh dengan cahaya kemerdekaan?. Saya rasa tidak ada, karena dengan adanya pahlawanlah bangsa dalam suatu Negara dapat merasakan kenyamanan kemerdekaan tanpa adanya penindasan.

Lalu, apakah hanya seseorang yang mau bercucuran darah di medan perang yang pantas kita sebut pahlawan ?

Tentu saja tidak bukan?. Seorang Kiyai/Ustadz/Guru/Dosen, mereka juga pantas dikatakan sebagai sosok pahlawan pendidikan. Saat kita sakit ada Dokter  yang menjadi pahlawan dalam bidang kesehatan. Yang harus kita ingat adalah seorang pahlawan tidak harus bersenjatakan perang, dan tidak harus bercucuran darah. Siapapun dapat disebut pahlawan jika ia merupakan sosok pemberani yang rela mengorbankan sesuatu bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi untuk keluarga, masyarakat atau negeri.

Sepintas kita pasti akan berfikir, pantaskan sosok mahasiswa kaum pergerakan hanya sekedar mengenang pahlawan pejuang kemerdekaan tanpa ada rasa ingin meneruskan perjuangan mereka yang telah mati-matian membela Negara sehingga kita merasakan kenyamanan seperti saat ini?. Kita semua pasti sepakat akan mengatakan “tentu saja tidak”.

Mari kita berfikir kembali!. Semua orang memang tidak akan pernah merasa mau saat dikatakan demikian, pasti jawabannya tidak, itu merupakan hal yang lumrah dalam diri manusia. Namun, kita sebagai mahasiswa kaum pergerakan sangatlah tidak pantas mengatakan tidak tanpa adanya bukti nyata.

Berfikirlah!. Masih pantaskah kaum muda, mahasiswa, kaum pergerakan, masih santai duduk manis di bangku kuliah dengan bangganya mengatakan dirinya sebagai anti aktivis. Berfikirlah, keegoisan apalagi yang akan engkau berikan?. Berfikirlah, setega itukah engkau merasakan nikmatnya kemerdekaan hanya untuk kepuasan pribadi, yang tantinya tak kau pergunakan untuk masyarakat dan bangsa, sementara pahlawan yang engkau kenang setiap tahunnya merelakan darahnya berceceran di jalan, menjadikan tubuhnya sebagai sarang timah tumpul?. Sekejam itukah kaum muda, yang menamakan dirinya sebagai mahasiswa, sebagai kaum pergerakan.

Berfikirlah!, kita ada bukan untuk diri kita sendiri. Berdzikirlah!, pasrahkan kepada-Nya apa yang engkau fikirkan sejenak. Beramal Sholeh-lah!, sebagai tindakan nyata, kita kaum pergerakan adalah kader penerus bangsa. Karena kita telah sadar, tangan bangsa dimasa depan ada di tangan kita, kaum pergerakan, kita pahlawan sejati Negara. Memang tanpa senjata, memang tanpa cucuran darah, tapi dengan dzikir, fikir, dan amal sholeh kita meneruskan perjuangan.

 

Hidup Kaum Pegerakan !!!!

Hidup PMII !!!!

 

Oleh : Muhammad Fathoni

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

Apa Kabar Negeriku, Hari Ini?

Ada yang hilang dari negeriku Perkara se-abad lalu Ada yang hilang dari negeriku Pasal suara …

Jangan panggil aku pahlawan!! 

Darahku tumpah tanpa celah Badanku remuk tak peduli bentuk Hidupku hancur mengucur lebur Kepingan ketiganya …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan (Puisi Normatif)

Maafkan kami ibu pertiwi Maafkan jika kau tak lagi berseri Karena hari ini kami masih …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *