Rabu , Agustus 15 2018
Breaking News
Home / Artikel / Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . .

(Ismail Marzuki-Gugur Bunga)”

Sosok yang tangguh, tak gentar membela rakyat Indonesia dan rela bercucuran darah tuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Mungkin itulah opini tentang hari pahlawan yang selama ini tertanam dalam benak kita semua. Perjuangan para pahlwan yang gugur saat berperang melawan sang penjajah belanda membuat namanya harum di dalam kenangan masyarakat Indonesisia, sehingga disepakatilah tanggal 10 November sebagai hari pahlawan.

Siapa bangsa yang tak bangga didalam negaranya terdapat sosok pahlawan yang luar biasa, hingga rela mati-matian dalam berjuang membela tanah air hanya untuk masa depan Negara yang penuh dengan cahaya kemerdekaan?. Saya rasa tidak ada, karena dengan adanya pahlawanlah bangsa dalam suatu Negara dapat merasakan kenyamanan kemerdekaan tanpa adanya penindasan.

Lalu, apakah hanya seseorang yang mau bercucuran darah di medan perang yang pantas kita sebut pahlawan ?

Tentu saja tidak bukan?. Seorang Kiyai/Ustadz/Guru/Dosen, mereka juga pantas dikatakan sebagai sosok pahlawan pendidikan. Saat kita sakit ada Dokter  yang menjadi pahlawan dalam bidang kesehatan. Yang harus kita ingat adalah seorang pahlawan tidak harus bersenjatakan perang, dan tidak harus bercucuran darah. Siapapun dapat disebut pahlawan jika ia merupakan sosok pemberani yang rela mengorbankan sesuatu bukan sekedar untuk diri sendiri, tetapi untuk keluarga, masyarakat atau negeri.

Sepintas kita pasti akan berfikir, pantaskan sosok mahasiswa kaum pergerakan hanya sekedar mengenang pahlawan pejuang kemerdekaan tanpa ada rasa ingin meneruskan perjuangan mereka yang telah mati-matian membela Negara sehingga kita merasakan kenyamanan seperti saat ini?. Kita semua pasti sepakat akan mengatakan “tentu saja tidak”.

Mari kita berfikir kembali!. Semua orang memang tidak akan pernah merasa mau saat dikatakan demikian, pasti jawabannya tidak, itu merupakan hal yang lumrah dalam diri manusia. Namun, kita sebagai mahasiswa kaum pergerakan sangatlah tidak pantas mengatakan tidak tanpa adanya bukti nyata.

Berfikirlah!. Masih pantaskah kaum muda, mahasiswa, kaum pergerakan, masih santai duduk manis di bangku kuliah dengan bangganya mengatakan dirinya sebagai anti aktivis. Berfikirlah, keegoisan apalagi yang akan engkau berikan?. Berfikirlah, setega itukah engkau merasakan nikmatnya kemerdekaan hanya untuk kepuasan pribadi, yang tantinya tak kau pergunakan untuk masyarakat dan bangsa, sementara pahlawan yang engkau kenang setiap tahunnya merelakan darahnya berceceran di jalan, menjadikan tubuhnya sebagai sarang timah tumpul?. Sekejam itukah kaum muda, yang menamakan dirinya sebagai mahasiswa, sebagai kaum pergerakan.

Berfikirlah!, kita ada bukan untuk diri kita sendiri. Berdzikirlah!, pasrahkan kepada-Nya apa yang engkau fikirkan sejenak. Beramal Sholeh-lah!, sebagai tindakan nyata, kita kaum pergerakan adalah kader penerus bangsa. Karena kita telah sadar, tangan bangsa dimasa depan ada di tangan kita, kaum pergerakan, kita pahlawan sejati Negara. Memang tanpa senjata, memang tanpa cucuran darah, tapi dengan dzikir, fikir, dan amal sholeh kita meneruskan perjuangan.

 

Hidup Kaum Pegerakan !!!!

Hidup PMII !!!!

 

Oleh : Muhammad Fathoni

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

VALENTIN’S DAY: Dialektika Hukum dalam Perspektif Remaja Era Futuristik

PMII Galileo – Gejolak perbedaan pendapat dalam menanggapi suatu hukum permasalah dalam ranah pemuda di …

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru …

Peran Mahasiswa Masa Kini

PMII Galileo– Sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui apakah esensi sebenarnya yang terkandung dalam satu kata …

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

PMII Galileo – Sejak awal Negara Barat terjadi dikotomi antara agama dan filsafat. Sebelum berkembangnya …

Dunia Rasa Maya

Nadi kaki kiri berdiri Lima meter ranah merah darah Delapan santapan senapan Kau korban kedalaman …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

Apa Kabar Negeriku, Hari Ini?

Ada yang hilang dari negeriku Perkara se-abad lalu Ada yang hilang dari negeriku Pasal suara …

Jangan panggil aku pahlawan!! 

Darahku tumpah tanpa celah Badanku remuk tak peduli bentuk Hidupku hancur mengucur lebur Kepingan ketiganya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *