Jumat , Februari 23 2018
Breaking News
Home / Artikel / Biografi Sahabat Mahbub Junaidi

Biografi Sahabat Mahbub Junaidi

PMII Galileo –  Mahbub Djunaidi sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar menulis, bahkan ia pernah berstatemen.

“Saya akan menulis dan terus menulis hingga saya tak mampu lagi menulis”.

 

Ia adalah anak pertama dari 13 saudara kandungnya. Ayahandanya Haji Djunaidi adalah tokoh NU (Nahdlatul Ulama) dan pernah menjadi anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) hasil Pemilu 1955.

Meskipun bukan kelahiran Solo, namun di Kota Bengawan tersebut awal bakatnya di dunia literasi mulai tampak. Ia mulai karier menulisnya ketika Ia duduk di bangku sekolah, sebagai redaktur majalah Sekolah Dasar (SD) di Solo.

Keluarganya harus mengungsi ke Solo karena kondisi yang belum aman pada saat awal kemerdekaan. Di Solo, Ia menempuh pendidikan di Madrasah Mambaul Ulum. Di tempat itu Mahbub diperkenalkan tulisan-tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain-lain. “Masa-masa itulah yang sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya”, cerita Mahbub Djunaidi. (Download Gratis – Aplikasi Android Sejarah PMII Lengkap)

Saat Belanda menduduki Solo tahun 1948, Mahbub Djunaidi dan keluarganya kembali ke Jakarta.  Ketika di Jakarta Ia kemudian melanjutkan pendidikannya masuk ke SMA Budi Utomo. Di sekolah barunya Ia bakat menulis yang dimilikinya semakin terasah. Ia sering menulis sajak, cerpen, dan esai.

Tulisan-tulisannya banyak dimuat dalam majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly. Bakatnya ini terus berlanjut hingga ia menjadi mahasiswa, organisatoris, kolumnis, sastrawan, jurnalis, agamawan, poltisi dan sebagainya. Selain sebagai seorang penulis, sosok yang satu ini juga dikenal sebagai tokoh yang multitalenta.

Hal tulis-menulis Mahbub temasuk sangat piawai pada masanya, misalnya beliau yang menerjemahkan buku 100 tokoh yang berpengaruh di dunia karangan Michael H. Hart. Pun, dalam menulis kolom, Mahbub sangat terkenal dengan bahasa satire dan bahasanya yang humoris.  (Download Gratis – Aplikasi Android PMII Orid (Portal Informasi PB PMII)

Bahkan, Bung Karno samapai terkesan dengan tulisan beliau, karena Mahbub mengatakan Pancasila lebih agung dari Declaration of Independence, sehingga Bung Karno sempat mengundang Mahbub ke Istana Bogor, dari situlah Mahbub Djunaidi menjadi sangat dekat dengan Bung Karno dan Mahbub sangat kagum dengan “sang penyambung lidah rakyat tersebut”.

Bung Karno memang cukup mempengaruhi nasionalisme Mahbub Djunaidi. Pada sebuah pertemuan wartawan di Vietnam, Mahbub Djunaidi menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi kendati Ia cukup fasih berbahasa Inggris atau Prancis. Inilah sikap nasionalismenya tampak.

“Bahasa Prancis bukan bahasa elu, dan bahasa Inggris juga bukan bahasa gua”.

Salah satu ciri dari tulisan Mahbub adalah kepandaiannya dalam memasukkan unsur humor adalah cara dari Mahbub untuk mengajak seseorang masuk kedalam suatu masalah, karena salah satu kebiasaan dari orang Indonesia adalah suka tertawa, maka untuk mengkritik dengan cara yang enak adalah lewat humor. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gus Dur,

“Dengan humor kita dapat sejenak melupakan kesulitan hidup”.

Sumber: NU Online

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup …

PMII RPG Adakan Mapaba Sesion II

Tahun akademik baru menjadi ajang perlombaan mahasiswa baru disemua Universitas dan sekolah tinggi di Indonesia. …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

HARI PAHLAWAN MENURUT SANTRI ZAMAN NOW

Indonesia sekarang sudah berumur 72 tahun dari sejarah pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada tanggal …

Pahlawan Bukan Sekedar Dikenang

PMII Galileo –  “Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . (Ismail …

Pahlawan Untuk Pelajaran

PMII Galileo – sejarah adalah pelajaran bagi masa sekarang dan masa sekarang adalah pelajaran bagi masa …

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *