Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Artikel / Haruskah ‘Gender’ ?

Haruskah ‘Gender’ ?

Sebelumnya, mari kita coba merenungi sejenak apa itu hakekat gender sebetulnya? bagaimana kita memaknai antara kesetaraan gender atau ketimpangan gender? Dan betulkah gender diposisikan hanya sebagai pro terhadap golongan feminis tanpa mementingkan golongan maskulin ataupun sebaliknya?.

Sejauh mana sebetulnya emansipasi diterapkan? Dalam realita kehidupan sering kita sendiri melihat kata gender sebagai penyelamat maupun penguat bagi kaum wanita yang menuntut untuk mendapatkan hak tanpa mengkondisikan seberapa besar kita memberikan sebuah kewajiban terhadap suatu permasalahan, sehingga munculah istilah “ladies first” yang istilah itu barang tentu mengatakan bahwa wanita itu segalanya. Segalanya tentang kebutuhan maupun hak selalu harus diutamakan. Hal tersebut menyudutkan golongan pria yang dimana secara kondrati, mayoritasnya tentu kontra terhadap gender terhadap istilah “ladies first” maupun emansipasi yang notabene dianggap sebagai propaganda penguat posisi wanita dalam mendapat hak dengan pemahaman yang cenderung kurang bisa dibenarkan.

Pada prinsipnya, gender merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial dimana peran gender bukan hanya didominasi oleh kaum wanita. Namun, selama ini gender selalu dipandang oleh masyarakat hanya sebagai perwujudan istilah dari hal-hal yang bersifat sangat biologis (seksualitas), sehingga pahaman selalu diinisialkan pada feminitas tentunya. Sejatinya gender memberikan hak maupun kewajiban baik dari golongan feminim maupun maskulin, yang tentu harusnya dapat memposisikan mereka sederajat dan bukan satu tingkat pada segala permasalahan.

Tiap pihak mempunyai andil dalam menyampaikan pendapat, saling memberi masukan, serta bebas berkepentingan pula untuk memperoleh suatu tujuan sesuai dengan apa dilakukan, namun terdapat hal yang membatasi tentunya, yang tidak menjamin kaum feminis dalam memahami persamaan gender dimana saat perempuan tersebut mempunyai kepentingan sama dengan apa yang dilakukan pria, seperti halnya dengan wanita karier yang bekerja pada ruang-ruang publik. Barang tentu, hal itu pula juga lebih banyak yang dikorbankan, seperti halnya kebutuhan akan mengurus seorang anak yang kehilangan kelembutan seorang ibu maupun segala kebutuhan rumah tangga lainnya. Kasus serupa sama halnya jika perempuan menjadi imam jama’ah yang disitu terdapat kaum adam dimana wanita punya waktu untuk datang bulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi apalagi saat beribadah.

Lantas apa yang kita lakukan sebagai bagian dari pelaku gender? Maka, jadilah pelaku gender yang menghargai dari suatu persamaan maupun batasan yang dimana bukan lagi memikirkan egoisitas masing-masing. Jadilah pelaku gender yang toleran tanpa memandang kelamin, suku, ras, agama, maupun golongan dan pikirkan bagaimana untuk memperoleh suatu tujuan tanpa adanya diskriminasi dengan perlu ada batasan jika hal tersebut sesuai dengan nilai maupun aturan yang berlaku dan paling penting menjadi pelaku gender yang memperhitungkan keadilan bukan diskriminan.

Jadilah gender kontektual bukan hanya tekstual
Jadilah gender toleran bukan radikal
Jadilah gender berkeadilan bukan diskriminan

Wallahu muafieq ila aqwamith thorieq
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Kontributor : Sahabat Rifqi Hubaibi (Simpati – 2015)

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Sebatas Hari Kasih Sayang

PMII Galileo – Ironi yang sangat disayangkan, khususnya pada remaja saat ini. Menghadapi tanggal 14 …

Asmatku Belum Teruji

PMII Galileo – Hari-hari ini hampir di semua media social tengah membincangkan persoalan #KartuKuningJokowi. Berjibun komen …

VALENTIN’S DAY: Dialektika Hukum dalam Perspektif Remaja Era Futuristik

PMII Galileo – Gejolak perbedaan pendapat dalam menanggapi suatu hukum permasalah dalam ranah pemuda di …

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

Aku “NU”, Jangan Kau Ambil Namaku

PMII Galileo – “Miris, sampai hati ini ikut menangis.Ideologi yang susah payah dibangun ulama’ku justru …

Peran Mahasiswa Masa Kini

PMII Galileo– Sebagai mahasiswa kita perlu mengetahui apakah esensi sebenarnya yang terkandung dalam satu kata …

Filsafat Sebagai Ilmu Kritis

PMII Galileo – Sejak awal Negara Barat terjadi dikotomi antara agama dan filsafat. Sebelum berkembangnya …

INTERPRETASI PAHLAWAN DALAM ORIENTASI PMII MASA KINI

PMII Galileo –  Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk …

Rangers Galileo

PMII Galileo – Pengamatanku yang sudah berjalan hampir 15 tahun pada Power Rangers, meskipun tidak sistematis …

PAHLAWAN GENERASI MILLENIAL

Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah sebuah contoh adanya pahlawan dalam perjalanan bangsa ini, tanpa mereka kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *