Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Kopri / Ladzat Kaum Berdarah Segar

Ladzat Kaum Berdarah Segar

Mempelajari hal yang terkecil itu perlu, merasa bisa dan mengerti  merupakan sifat yang gak bisa lepas dari seseorang. Kadang tanpa kita sadari dari sifat yang merasa bisa dan mengerti menimbulkan sifat yang lain, begitu juga dengan semangat yang semakin maju untuk megaplikasikan hal yang merasa dia bisa.

Dari hal yang demikian akan terjadi sebuah akibat dari sebab-sebab tersebut dan memunculkan sebuah action yang hadir dengan dasar keirian terhadap kenyataan yang dihadapi.  Ketika yang ditanyakan adalah masalah alur hidup yang bersangkutan dengan hal tersebut tentu suara dari kaum hawa akan lebih mewarnai, karena berjalannya perkembangan zaman membangunkan sifat yang tersimpan dari kaum hawa. Dengan pembangunan tersebut mereka mempunyai banyak kubu dan juga action untuk membangun strategi dari problematika perkembangan zaman ini. Hal yang menjadi topik dalam barisan kalimat sebelumnya, mempunyai arti dari sifat ingin mendapatkan keseimbangan atau kesetaraan dalam menjalani alur kehidupan yang kian hari kian berkembang, karena setiap individu tentunya ingin mendapatkan hak yang sama dan setara dengan lainnya.

Sebuah nama sebagai sebutan yang sering disebut oleh masyarakat adalah Gender. Kaum hawa sebagai subjek yang mendemonstrasi adanya kesetaraan gender juga dapat ditemukan bahwa, Problematika yang menjadi trending topik mengenai kesetaraan gender adalah dimana kaum hawa mendapatkan hak dan kemauan yang sama dengan kaum adam.

Zaman yang dulunya mempunyai adat bahwa, kaum hawa mempunyai tugas yang disebut denga 3M, macak, masak, manak, dan mematuhi aturan yang diberikan pasangan hidupnya sangat jauh berbalik dengan zaman sekarang yang mana kaum hawa tidak lagi hanya mengampu tugas 3M itu. Banyak pendapat dikatakan bahwa kaum hawa itu lemah, tingkat kecerdasannya dibawah kaum adam, akan tetapi pendapat-pendapat yang seperti itu tidak langsung mempunyai nilai kebenaran dan kesalahan. Individu baik dari kalangan kaum adam maupun kaum hawa tentunya mereka mempunyai tingkat kekuatan, kelemahan, kecerdasan berbeda-beda, hanya saja yang mendominasi kekuatan itu dimilki kaum adam. Kodrat yang seperti itu tidak apat dijadikan sebuah takaran dalam mengambil kesetaraan antara kaum adam dan kaum hawa, karena kodrat itu dari kehendakNya.

Kaum hawa atau dikatakan seorang wanita yang mengikuti jalannya problematika zaman sekarang, mereka tidak segan berkobar membakar semangat untuk memiliki kesataraan dengan kaum seberangnya. Katakanlah move on dari peradatan kaum hawa  zaman dahulu kala, keseimbangan yang dicari oleh kaum hawa bukanlah untuk mendapatkan semua yang dimilki oleh kaum adam. Mereka move on dari peradatan yang terdahulu karena mereka tentunya mempunyai alasan yang logis bagi individunya terutama. Dalam Fiqih Sunnah maupun Tafsir Al Quran, banyak pedoman untuk pengajaran bagaimana keseimbangan, kesetaraan antara kaum adam dan kaum hawa. Dapat diambil contoh seperti dalam Al Quran surat An nisa ayat 34, ayat ini mempunyai tafsiran yang berbeda-beda menurut keahlian masing-masing. Salah satu pendapat mengatakan bahwa, “al” dalam kata al-rijal, yakni mengandung arti sebagian, yang mana dalam hal ini bisa dikatakan bahwa tidak seluruhnya kaum adam mampu memimpin kaum hawa dan tidak semua hal bisa dipimpin oleh kaum adam.

Konteks yang terjadi dalam barisan kalimat tersebut bisa diartikan bahwa kaum hawa mempunyai kesempatan untuk memimpin dan berjalan untuk memberi arahan kepada kaum adam. Berkarir, menjadi sorotan utama dalam gender, akan tetapi cara untuk penyeimbangan tersebut tidak harus dengan memimpin dan berkarir. Kaum hawa bisa merubah kata karir yang menjadi perbincangan kaum adam itu dengan kata Karya, karena untuk menjadi seimbang dan setara itu tidak harus berpacu dalam satu cara.

Analisa diri dari kaum hawa akan lebih membantu untuk menemukan strategi dalam gender. Karena dengan menganalisa, menyusun strategi, menemukan kisaran resiko itu yang dibutuhkan ketika kaum hawa itu menginginkan keseimbangan dalam gender. Oleh karena itu, jika memiliki kemauan dalam action gender, sebagai kaum hawa yang tidak ingin dijatuhkan atau diabaikan, berpikir luas, simple akan lebih memberi ide-ide birliant untuk menjadi kaum hawa yang berkompetisi dalam berkarya dan hidup damai dalam gender.

 

 

——-

Kontributor : Qothrunnada (Sahabati Simpati 2015 PMII Rayon Galileo)

Sumber Gambar : http://intisari-online.com

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Salahkah Aku (berOrganisasi)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh⁠⁠⁠⁠ Selamat malam warga dunia maya! Persaingan zaman globalisasi yg makin kompetitif, yang …

(sudahkah) kita merdeka

Hiduplah Indonesia Raya,,, Hampir 71 tahun sudah, bendera Sang Saka berkibar dengan beratasnamakan NKRI disertai …

Haruskah ‘Gender’ ?

Sebelumnya, mari kita coba merenungi sejenak apa itu hakekat gender sebetulnya? bagaimana kita memaknai antara …

GENDER BUKANLAH PEMBATASAN JENIS KELAMIN BIOLOGIS

Permasalahan kesetaraan gender merupakan masalah yang tidak ada habisnya. Banyak isu-isu yang muncul kemudian tertuju …

Refleksi Gender yang (agak) Bias

Selamat siang dan selamat beraktivitas dihari Senin, sahabat-sahabat pergerakan. Setidaknya cuaca dihari ini masih menunjukkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *