Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / HOT NEWS / KISAH DI NEGRI INI ”Kau Gemuk Semakin Rakus, Ku Kurus Semakin Rapuh”

KISAH DI NEGRI INI ”Kau Gemuk Semakin Rakus, Ku Kurus Semakin Rapuh”

Untitled-1

Oleh: M. Azwar Afandi

Di negeri ini (Indonesia) kekayaan alam yang melimpah, budaya yang beragam, perusahaan industri berkembang pesat, teknologi semakin berkembang, gedung gedung bertingkat mulai berdiri. Disitulah awal sebuah perubahan yang dikatakan oleh banyak pemuda negeri ini sudah mulai membaik.

Di negeri ini pula diciptakan selembar rupiah mulai dari nominal terkecil 100 rupiah hingga nominal terbesar 100.000 rupiah. Semua orang tergila-gila pada nya bagi mereka kehidupan tak berjalan tanpa rupiah, mereka memandang rupiah bagaikan penentu hidup dan mati dirinya ataupun orang lain.

Di negri ini pula semua orang lupa akan tujuan hidup mereka. Aku tidak menyalah kan rupiah, tidak menyalah kan tanah yang menumbuhkan tanaman, aku tidak menyalahkan tuhan yang menciptakan negri ini. Aku hanya ingin berteriak lantang pada para penjahat di negeriku , “Percuma Tuhan menciptakan alam yang kaya raya ini, percuma industri kau bangun dimana mana yang kau bilang untuk perkembangan ekonomi, percuma teknologi semakin berkembang jika hanya untuk membuat orang menjadi autis, percuma karya anak negri semakin banyak jika hanya untuk kau jual demi kenikmatan dirimu sendiri, ribuan sarjana kau ciptakan tapi apa yang kau lakukan pada mereka?, banyak sarjana yang kau buang ke negeri orang lain., kau berdusta wahai penjahat”. Mungkin demikian nyanyian marahku yang aku lantunkan untuk para penjahat di negeri ini.

Di negri ini ku pernah mendengar segrumbulan pembuat aturan mulai merancang sebuah aturan baru yang membingungkan, di sana tertera semua yang berada di posisi atas harus mendapatkan kenikmatan dan boleh memperbesar perut nya dan semua yang di posisi bawah harus merangkak melihat mereka sambil mengeluarkan air liur. Tersontak kaget para penghuni bawah tanah melihat aturan itu mereka mulai berpikir apakah negri ini diciptakan untuk membuat kami berkata kepada penguasa, “Kau gemuk semakin rakus, ku kurus semakin rapuh”.

Setelah itu di negeri ini ku melihat segrumbulan pemuda yang di bilang preman dan bodoh meneriakan suara hati mereka tentang negri ini  berjalan di panas nya jalanan sebuah kota . mereka berteriak keras kepada orang orang di atas gedung bertingkat, “Apakah ini yang kau sebut aturan?, apakah ini yang kau sebut sebuah kesejahteraan dan kemakmuran yang engkau janjikan?, pengguna jalanan bermotor melihat dan berkata mereka ini sedang apa?, mereka ini buat apa susah susah begini?, mereka ini bikin macet jalan saja, mereka ini sampah pembuat ricuh”. Setelah aku mendengar dan melihatnya, aku berpikir, pemuda ini meneriakkan suara hati rakyat kaum bawah tanah yang mulai semakin rapuh tertindas tapi kenapa malah di bilang preman., mereka tidak berbuat anarki, mereka tidak mabuk mabukan, mereka tidak memperkosa. Tapi mereka di bilang pembuat ricuh ada yang aneh di negeri ini. Tapi aku yakin, bahwa pemuda adalah generasi yang ideal untuk memperjuangkan hak- hak rakyatnya, dan memperjuangkan cita- cita kemerdekaan Republik Indonesia. Wallahul Muwafiq.

Penulis adalah kader PMII “Pencerahan” Galileo Komisariat Sunan Ampel Malang, sekaligus Co. Gerakan PMII “Pencerahan” Galileo 

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

PMII RPG Adakan Diskusi Bertemakan “Filsafat Sebagai Ilmu Kritis”

PMII Galileo – Diskusi merupakan satu hal yang tak bisa terlepas dari kehidupan mahasiswa, terlebih …

Revolusi Digital, NU Luncurkan Aplikasi Mobile

PMII Galileo – Nahdlatul Ulama (NU) tak mau ketinggalan dengan perkembangan teknologi. Organisasi ini pun meluncurkan …

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup …

PMII RPG Adakan Mapaba Sesion II

Tahun akademik baru menjadi ajang perlombaan mahasiswa baru disemua Universitas dan sekolah tinggi di Indonesia. …

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *