Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Uncategorized / Hijrah: Meneguhkan semangat pergerakan

Hijrah: Meneguhkan semangat pergerakan

GALILEO-1

Ada semangat juang yang tinggi dari wajah dan impian kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Pencerahan Galieo (akrab dikenal PMII RPG), saat saya menghadiri tasyakuran sekretariat baru di Sumbersari Lowokwaru Malang. Sekretariat yang berpindah (hijrah) dari sekretariat yang bertahun-tahun dihuni oleh sahabat PMII RPG menuju sekretariat baru itu.

Terjadi banyak pertimbangan dan dilematisasi oleh sahabat/i ketika perpindahan itu terjadi. Pertimbangan tersebut dilakukan oleh banyak kalangan, khususnya sahabat pengurus baru. Bertahun- tahun telah akarab merajut komunikasi dengan warga di sekretariat (rumah) lama, bertahun- tahun pula merasakan kenikmatan berbagi suka dan duka bersama dengan warga lama, serta celoteh warga yang mendidik sahabat dalam menjalin komunikasi yang baik pun tak akan pernah terlupakan. Menjadi kegelisahan pula ketika pemilik rumah yang kian lemah komunikasinya terhadap pengurus dan ketidaklayakan huni rumah untuk digunakan tempat domisili, berdiskusi dan menjalankan roda organisasi.

Tasyakuran rayon baru yang saya hadiri pada Sabtu lalu merupakan wujud optimisme pengurus dalam berjuang dan mengabdikan diri di PMII RPG dan guna mensyukuri nikmat Tuhan yang masih berkenan meridhoi sahabat bertetangga dengan warga Sumbersari. Dzikir dan lantuan doa dipanjatkan guna dalam proses perpindahan sekretariat baru memperoleh Ridho Allah SWT, sehingga akan lebih memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Perpindahan bukan lah hal yang pelu ditakuti, karena itu ialah sunnatullah yang haq. Tuhan menciptakan alam semesta dan menggerakkan seluruh jagad dengan proses revolusi dan rotasi. Bumi yang kita huni melakukan perputaran dalam pintasannya mengelilingi Surya, melakukan rotasi pada porosnya serta terdapat rembulan yang menjadi teman setia bumi dalam mengelilingi surya. Semua jagad bertasbih kepada Allah SWT dalam memberikan kehidupan bagi manusia yang sempurna ciptaanNya. Sehingga dalam proses makro jagad raya itu kita bisa merasakan panasnya matahari, dinginnya sang malam hingga anugrah indah lainnya berupa kondensasi telaga kehidupan.

Dalam peradaban manusia pun terdapat sebuah proses perpindahan yang maha dahsyat, yang dilakukan oleh manusia dalam menggali kebijaksanaan bersama. Muhammad SAW, sang revolusioner islam, utusan Allah (Rasulullah) yang mampu melakukan dan megkonstruk peradaban dari jahiliyah menuju perdaban islam rahmatan lil alamin dalam misi menyepurnakan akhlaq manusia serta mensyiarkan panji- panji Islam. Rasulullah melakukan proses panjang dalam menjalankan tugas kehambaannya selama hidupnya, proses yang penuh liku dan ancaman dari musuh sering dilaluinya dengan sabar. Strategi dan kepiawaian Rasulullah dengan penuh kesabaran dan sifat kerasulannya itu dapat merubah peradaban menjadi perdaban islam di penjuru dunia, dari hijrah- hijrahnya.

Hijrah merupakan proses perpindahan yang harus dimaknai secara lahir dan bathin. Secara lahiriyah hijrah adalah perpindah dari Zaman ( Zamanul Maadhi ila Zamanul Aan) dan makan, perpindahan secara ainiyah dari suatu era ke era lainnya atau dari suatu tempat ke tempat lainnya yang lebih baik. Bathiniyah pun demikian, terjadi proses perpindahan yang dilandaskan atas kesadaran hati, pikiran dan jiwa guna melakukan gerakan ubudiyah yang lebih bermanfaat bagi alam semesta dalam rangka menjalankan tugas sebagai Abdullah dan Khalifah fil Ardh.

Dalam kumpulan hadis Arbain Nawawi, pasal satu dituturkan dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab, Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya setiap perbuatan bergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang diniatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah SWT dan RasulNya, maka hijrahnya kepada (keridhaan ) Allah dan rasulNya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia, atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimna) yang diniatakan. Terdapat tiga pesan dalam hadits tersebut, pertama, semua amal perbuatan bergantung apa yang diniatkan, kedua, balasan Allah tergantung apa yang diniatkan, ketiga, siapa yang hijrahnya karena Allah SWT dan RasulNya maka dalam hijrahnya Allah SWT memberkatinya, dan ketika hijrahnya hanya sebatas mencari kepuasan dunia, maka hanya dunia yang akan diperoleh.

Poin ketiga dalam hadis tersebut memberikan pesan bahwa hijrah (lahir dan batin) hendaknya didasarkan pada keridhoaan Allah SWT dan Rasulnya. Keridhoaan tersebut dapat diperoleh dari niat dan diimplementasikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Ketika direfleksikan dalam kejadian perpindahan sekretariat baru PMII RPG, bukanlah sebuah hal yang aneh apalagi menyalahi aturan. Akan tetapi itu merupakan sunnatullah yang disebut hijrah/ hijratul makan. Hijrahnya kader Pergerakan harusnya dilandaskan pada niat yang luhur dalam rangka menjalankan tugas penghambaan. Maka sebagai kader pergerakan hendaknya niat luhur dapat diimplementasikan dalam aksi nyata mewujudkan hal- hal yang dinamis, memperbaiki dan mengevaluasi kekurangan yang menghambat laju organisasi, serta mengamalkan segala nilai yang termaktub dalam tujuan PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), nilai aswaja, trilogi PMII hingga paradigma kritis transformatifnya.

Sebagai kader pergerakan yang semestinya perubahan sudahlah menjadi hal kesehariannya, maka perlu disadari bersama hijrah dalam keridhaan Allah baik secara lahir atau bathin adalah sebagai bagian dari rukun kader pergerakan. Rukun pertama, Rumah baru hendaknya akan menjadi sebuah wadah belajar dan peningkatan kreatifitas kader menuju saintis aktivis sesungguhnya (katanya). Kedua, maksimalisasi kinerja kepengurusan dalam bentuk administratif yang tertata. Ketiga, silaturrahmi antar pengurus, warga dan kader akan menjadi lebih hamonis dalam nuansa rumah yang bersih nan nyaman. Keempat, sekretariat adalah milik bersama, maka rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap rayon merupakan tanggung jawab bersama. Kelima, hal bathiniyah kader pergerakan dari pelaksanaan tujuan PMII hinga paradigma kritis transformatif akan lebih masif dilaksanakan di sekretariat.

Oleh karena itu, hijrah merupakan peneguhan semangat gerak kader PMII menuju hal yang lebih baik dan bermanfaat. Adaptasi adalah sebuah kepastian dalam proses kehidupan, maka adaptasi adalah proses awal dan tak perlu terjebak dalam hal itu. Akan tetapi, peneguhan kembali semangat gerkan kader eksakta PMII RPG dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia,yang tetap berdasarkan Loka Karya Pengembangan (LPO) periodik organisasi harus dilaksnakan dalam nuansa kekeluargaan.

Wallahul Muwafiq,

Al Muiz Ld.

Hijrah: Meneguhkan semangat pergerakan

Ada semangat juang yang tinggi dari wajah dan impian kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Pencerahan Galieo (akrab dikenal PMII RPG), saat saya menghadiri tasyakuran sekretariat baru di Sumbersari Lowokwaru Malang. Sekretariat yang berpindah (hijrah) dari sekretariat yang bertahun-tahun dihuni oleh sahabat PMII RPG menuju sekretariat baru itu.

Terjadi banyak pertimbangan dan dilematisasi oleh sahabat/i ketika perpindahan itu terjadi. Pertimbangan tersebut dilakukan oleh banyak kalangan, khususnya sahabat pengurus baru. Bertahun- tahun telah akarab merajut komunikasi dengan warga di sekretariat (rumah) lama, bertahun- tahun pula merasakan kenikmatan berbagi suka dan duka bersama dengan warga lama, serta celoteh warga yang mendidik sahabat dalam menjalin komunikasi yang baik pun tak akan pernah terlupakan. Menjadi kegelisahan pula ketika pemilik rumah yang kian lemah komunikasinya terhadap pengurus dan ketidaklayakan huni rumah untuk digunakan tempat domisili, berdiskusi dan menjalankan roda organisasi.

Tasyakuran rayon baru yang saya hadiri pada Sabtu lalu merupakan wujud optimisme pengurus dalam berjuang dan mengabdikan diri di PMII RPG dan guna mensyukuri nikmat Tuhan yang masih berkenan meridhoi sahabat bertetangga dengan warga Sumbersari. Dzikir dan lantuan doa dipanjatkan guna dalam proses perpindahan sekretariat baru memperoleh Ridho Allah SWT, sehingga akan lebih memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Perpindahan bukan lah hal yang pelu ditakuti, karena itu ialah sunnatullah yang haq. Tuhan menciptakan alam semesta dan menggerakkan seluruh jagad dengan proses revolusi dan rotasi. Bumi yang kita huni melakukan perputaran dalam pintasannya mengelilingi Surya, melakukan rotasi pada porosnya serta terdapat rembulan yang menjadi teman setia bumi dalam mengelilingi surya. Semua jagad bertasbih kepada Allah SWT dalam memberikan kehidupan bagi manusia yang sempurna ciptaanNya. Sehingga dalam proses makro jagad raya itu kita bisa merasakan panasnya matahari, dinginnya sang malam hingga anugrah indah lainnya berupa kondensasi telaga kehidupan.

Dalam peradaban manusia pun terdapat sebuah proses perpindahan yang maha dahsyat, yang dilakukan oleh manusia dalam menggali kebijaksanaan bersama. Muhammad SAW, sang revolusioner islam, utusan Allah (Rasulullah) yang mampu melakukan dan megkonstruk peradaban dari jahiliyah menuju perdaban islam rahmatan lil alamin dalam misi menyepurnakan akhlaq manusia serta mensyiarkan panji- panji Islam. Rasulullah melakukan proses panjang dalam menjalankan tugas kehambaannya selama hidupnya, proses yang penuh liku dan ancaman dari musuh sering dilaluinya dengan sabar. Strategi dan kepiawaian Rasulullah dengan penuh kesabaran dan sifat kerasulannya itu dapat merubah peradaban menjadi perdaban islam di penjuru dunia, dari hijrah- hijrahnya.

Hijrah merupakan proses perpindahan yang harus dimaknai secara lahir dan bathin. Secara lahiriyah hijrah adalah perpindah dari Zaman ( Zamanul Maadhi ila Zamanul Aan) dan makan, perpindahan secara ainiyah dari suatu era ke era lainnya atau dari suatu tempat ke tempat lainnya yang lebih baik. Bathiniyah pun demikian, terjadi proses perpindahan yang dilandaskan atas kesadaran hati, pikiran dan jiwa guna melakukan gerakan ubudiyah yang lebih bermanfaat bagi alam semesta dalam rangka menjalankan tugas sebagai Abdullah dan Khalifah fil Ardh.

Dalam kumpulan hadis Arbain Nawawi, pasal satu dituturkan dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khattab, Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya setiap perbuatan bergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang diniatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah SWT dan RasulNya, maka hijrahnya kepada (keridhaan ) Allah dan rasulNya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia, atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimna) yang diniatakan. Terdapat tiga pesan dalam hadits tersebut, pertama, semua amal perbuatan bergantung apa yang diniatkan, kedua, balasan Allah tergantung apa yang diniatkan, ketiga, siapa yang hijrahnya karena Allah SWT dan RasulNya maka dalam hijrahnya Allah SWT memberkatinya, dan ketika hijrahnya hanya sebatas mencari kepuasan dunia, maka hanya dunia yang akan diperoleh.

Poin ketiga dalam hadis tersebut memberikan pesan bahwa hijrah (lahir dan batin) hendaknya didasarkan pada keridhoaan Allah SWT dan Rasulnya. Keridhoaan tersebut dapat diperoleh dari niat dan diimplementasikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Ketika direfleksikan dalam kejadian perpindahan sekretariat baru PMII RPG, bukanlah sebuah hal yang aneh apalagi menyalahi aturan. Akan tetapi itu merupakan sunnatullah yang disebut hijrah/ hijratul makan. Hijrahnya kader Pergerakan harusnya dilandaskan pada niat yang luhur dalam rangka menjalankan tugas penghambaan. Maka sebagai kader pergerakan hendaknya niat luhur dapat diimplementasikan dalam aksi nyata mewujudkan hal- hal yang dinamis, memperbaiki dan mengevaluasi kekurangan yang menghambat laju organisasi, serta mengamalkan segala nilai yang termaktub dalam tujuan PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), nilai aswaja, trilogi PMII hingga paradigma kritis transformatifnya.

Sebagai kader pergerakan yang semestinya perubahan sudahlah menjadi hal kesehariannya, maka perlu disadari bersama hijrah dalam keridhaan Allah baik secara lahir atau bathin adalah sebagai bagian dari rukun kader pergerakan. Rukun pertama, Rumah baru hendaknya akan menjadi sebuah wadah belajar dan peningkatan kreatifitas kader menuju saintis aktivis sesungguhnya (katanya). Kedua, maksimalisasi kinerja kepengurusan dalam bentuk administratif yang tertata. Ketiga, silaturrahmi antar pengurus, warga dan kader akan menjadi lebih hamonis dalam nuansa rumah yang bersih nan nyaman. Keempat, sekretariat adalah milik bersama, maka rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap rayon merupakan tanggung jawab bersama. Kelima, hal bathiniyah kader pergerakan dari pelaksanaan tujuan PMII hinga paradigma kritis transformatif akan lebih masif dilaksanakan di sekretariat.

Oleh karena itu, hijrah merupakan peneguhan semangat gerak kader PMII menuju hal yang lebih baik dan bermanfaat. Adaptasi adalah sebuah kepastian dalam proses kehidupan, maka adaptasi adalah proses awal dan tak perlu terjebak dalam hal itu. Akan tetapi, peneguhan kembali semangat gerkan kader eksakta PMII RPG dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia,yang tetap berdasarkan Loka Karya Pengembangan (LPO) periodik organisasi harus dilaksnakan dalam nuansa kekeluargaan.

Wallahul Muwafiq,

Al Muiz Ld.

Tentang sahabatgalileo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *