Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Aswaja / Manifestasi Trilogi PMII Sebagai Pola Gerak Kader Pergerakan

Manifestasi Trilogi PMII Sebagai Pola Gerak Kader Pergerakan

Oleh: Mohammad Izzuddin

pmii-ASLI144x144Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mempunya beberapa pedoman dalam kesehariannya sebagai Organisasi. Diantaranya produk yang sering dirujuk oleh kebanyakan kader PMII adalah Buku Konstitusi (AD/ART dan PO), Buku Kaderisasi, Manhajul Fikr, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), dll. Bahkan di usia PMII yang saat ini menginjak 55 tahun, perkembangan produk-produk PMII pun bisa dikatakan sudah menjamah ke tiap-tiap basis Komisariat dan Rayon. Hal itu yang kemudian bisa menjadi representasi kemandirian Kader untuk terus menghasilkan karyanya sebagai konsumsi khalayak banyak.

Namun, ada beberapa hal yang saat ini perlu adanya kesepahaman dan rekontruksi ulang pola pikir serta pola gerak Kader PMII. Yakni, peninjauan kembali atau yang bisa disebut dengan menengok kembali produk terdahulu PMII. Dalam hal ini, saya mengambil contoh Trilogi PMII.

Di kedewasaan PMII saat ini, juga mempengaruhi kedewasaan pemikiran dan gerak Kadernya. Dalam arti, semakin menua PMII maka akan semakin banyak Kader yang tak ingat akan sejarah atau hal-hal terdahulu PMII. Adanya Trilogi PMII terinspirasi dari sifat-sifat PMII (keagamaan, kemahasiswaaan, kebangsaan, kemasyarakatan independen dan professional) dan memiliki tujuan terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dengan isi daripada Trilogi PMII itu sendiri adalah Tri Khidmat, Tri Komitmen, Tri Motto yang dari masing-masing itu masih terbagi atas tiga inti daripada kesemuanya.

Tri Motto yang memiliki klasifikasi Dzikir, Fikir, Amal Sholeh adalah hal pertama yang harus ditancapkan betul-betul pada tiap Kader. Sebagaimana Dzikir memiliki esensi bahwa setiap insan harus dan selalu mengingat akan keberadaan Allah SWT sebagai Sang Khaliq. Fikir adalah sebuah istilah dimana setiap insan dikatakan ada apabila bisa dan mampu untuk berfikir sebagai esensi dari keberadaan manusia itu sendiri. Amal Sholeh merupakan titik dimana kebanyakan Kader mengasumsikannya sebagai sebuah hasil  maksimal dari tiap proses yang dilalui.

Tri Komitmen juga diklafisikasikan menjadi Kejujuran, Kebenaran, Keadilan yang ketiganya memiliki kesinambungan satu sama lain secara berurutan. Kejujuran disini merupakan suatu nilai mutlak yang harus dijadikan pedoman untuk tiap-tiap Kader dalam berkehidupan, yang kemudian akan tercapainya kepada suatu Kebenaran mutlak untuk menjadi pola pikir yang haru di implementasikan masing-masing Kader. Keadilan adalah suatu wujud akhir dari Tri Komitmen yang kemudian menjadi pemahaman bersama bahwa sebuah Keadilan harus benar-benar ditegakkan oleh tiap-tiap Kader PMII.

Tri Khidmat yang menjadi kesempurnaan Trilogi PMII ini juga diklasifikasikan menjadi Taqwa, Intelektual, Profesional adalah sebuah perwujudan dimana di Tri Khidmat ini tiap Kader PMII harus benar-benar paham siapa, apa, dan bagaimana diri mereka dengan melihat kondisi kekinian yang ada. Taqwa ini merupakan suatu hal yang sudah sangat jelas dipahami oleh tiap-tiap Kader PMII yang mana hal ini telah termaktub dalam tujuan PMII itu sendiri, untuk kemudian Kader memahami akan nilai kataqwaan pada masing-masing individu. Intelektual adalah sebuah istilah dimana keharusan akan kapasitas dan kompetensi intelektual Kader harus berdaya dan benar-benar difungsikan, baik sesuai disiplin ilmu yang dibidangi atau yang lainnya untuk kemudian dapat menjawab dinamika organisasi dan hal kemasyarakatan. Profesional juga suatu hal yang harus dipahami oleh tiap Kader PMII, dalam arti profesionalitas lah yang nantinya akan membangun konstruk sosial yang baik untuk lokus sektoral maupun global.

Dalam kesemua poin Trilogi PMII tersebut sudah sangat jelas bahwa, hal tersebut merupakan sesuatu yang fundamental bagi pola gerak dan pemikiran yang mana pada saat ini telah terindikasi adanya pereduksian pola pikir dan gerak Kader secara substansial maupun esensial.

SALAM PERGERAKAN !!!!!

 64bendera pmii

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup …

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *