Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Aswaja / Titik Penting Perkembangan Sains dan Teknologi Indonesia menuju Republik yang Berdaulat

Titik Penting Perkembangan Sains dan Teknologi Indonesia menuju Republik yang Berdaulat

Oleh : Fawwaz Muhammad Fauzi

_timthumb-project-code.php
Indonesia berdaulat!

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.

Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Data dan fakta yang telah diurai ternyata tidak kemudian menjadikan Indonesia sebagai Negara dengan tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggi. Kemiskinan merajalela, pemulung, pengemis, pengamen berserakan hampir diseluruh pelosok kota di Indonesia yang mengindikasikan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Bahkan dari beberapa sektor, Indonesia masih mengandalkan produk impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, seperti, beras, minyak bumi, minielektronik, mobil motor, mainan anak-anak, dan lain-lain. Fakta yang tidak kalah untuk disimak dan direnungi adalah bahwa hutang Republik Indonesia yang mencapai 2,600 Triliun Rupiah.

555ee3ba0423bdc37d8b4567
Mobil Listrik ala Ricky Elson

Realita yang terjadi ini jelas memukul telak harga diri kita sebagai bangsa Indonesia dan harus kita analisa terkait apa yang menyebabkan kasus Dutch Disease ini terjadi terhadap Republik kita tercinta. Dalam kacamata seorang saintis, sekurang-kurangnya, ada dua hal yang harus kemudian dibenahi bersama, yaitu Pertama, Lemahnya sistem dan realisasi sistem pemerintahan dan demokrasi Indonesia. Carut marutnya perpolitikan di Indonesia menyebabkan dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan Negara ini. Banyaknya tragedi money politic, korupsi, dan kongkalikong pemodal-pejabat. Hal ini berdampak pada proses pengambilan kebijakan diberbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi, sains, lingkungan, dan lain-lain. Kedua, Pemberdayaan ilmuwan dan praktisi sains dan teknologi terapan yang sangat minim. Masih kita ingat terkait sikap apatis pemerintah kepada Seorang Bj. Habibi yang sangat luar biasa dengan karyanya yang berupa kontruksi pesawat Terbang, Kemudian Ir. Surono Danu dengan Karyanya Bibit Unggul Lokal Sertani, sampai berita yang baru kemarin menggetarkan bangsa Indonesia ini adalah Ricky Elson: Sang putra petir Indonesia Pembuat Mobil Listrik serta masih banyak ilmuan lainnya yang tidak bisa disebutkan semuanya. Kesemuanya tidaklah bodoh, mereka bahkan telah diakui kehebatannya di dunia internasional. Namun apa yang dilakukan pemerintah kita yang lagi-lagi selalu berpihak pada kepentingan pemodal untuk kesejahteraan pribadi semata dan mengesampingkan apa yang diharapkan oleh putra emas bangsa.

Berdasarkan beberapa statement yang telah disampaikan, bahwa generasi penerus bangsa yang tak lain adalah mahasiswa harus mempunyai semangat juang yang tinggi untuk memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia melalui rekonstruksi besar-besaran atas segala hal yang mengganggu kemajuan Indonesia menuju Negara yang berdaulat dan berdikari. Dalam konteks mahasiswa sains dan teknologi, sudah sepatutunya memperjuangkan kebijakan yang pro-aktif terhadap kemajuan sains dan teknologi Indonesia yang berbasis pemberdayaan putra bangsa, bukan kemudian terus menerus kita menjadi bangsa yang konsumtif dan menjadi anak manja bangsa lain dengan sikap pemerintah yang sangat hijau dengan kepentingan pemodal dan apatis terhadap kepentingan bangsanya. Hal tersebut menjadi harga mati, karena tanpa dukungan kebijakan yang pro-aktif dari pemerintah, apapun yang diupayakan oleh ilmuwan kita tidak akan bisa terealisasi dengan sempurna, seperti apa yang sering terjadi dalam beberapa dekade ini. Selain itu, mahasiswa sains dan teknologi juga tetap harus kontributif terhadap perkembangan sains dan teknologi internasional seperti yang telah dilakukan oleh para ilmuwan pendahulu kita.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Pencerahan Galileo hadir di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang sebagai organisasi yang siap bergerak di garda terdepan untuk sama-sama mendukung dan berpartisipasi dalam menyokong kemajuan Indonesia menuju Negara yang benar-benar berdaulat secara komprehensif melalui semangat yang membara dibawa titik api matahari pagi demi memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia, terfokus pada Kedaulatan di bidang sains dan teknologi. Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia dapat berdaulat atas apa yang dikehendakinya dan berdikari atas apa yang dimilikinya. Hal tersebut diatas memang tidak mudah untuk dicapai dan perlu melalui proses yang panjang dan istiqomah. Namun melalui semangat idealisme dan gerakan moral yang dimiliki PMII disokong dengan citra diri Ulul Albab sebagai identitas PMII melalui Triloginya, (dzikir, fikir, amal sholeh – taqwa, intelektual, professional – kebenaran kejujuran, keadilan) hal tersebut tidak menjadi hal yang mustahil untuk kita capai. Mari bergerak bersama PMII Pencerahan Galileo menuju Kedaulatan Sains dan Teknologi Indonesia.

 

KEDAULATAN ADALAH HARGA MATI!!!

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Biografi Ahmad Hifni, Penulis Buku Menjadi Kader PMII

PMII Galileo –  Ahmad Hifni kelahiran di Jember, Jawa Timur pada tanggal 11 Agustus 1993. Ia …

Biografi Ibnu Taimiyyah

PMII Galileo – Syaikhul Islam Al Imam Abul Abbas namanya adalah Ahmad bin Abdul Halim Abdus …

Biografi Sahabat Mahbub Junaidi

PMII Galileo –  Mahbub Djunaidi sosok kelahiran Jakarta 27 juli 1933 ini memang begitu gemar …

Buletin Teropong Edisi September 2016

Karena dengan menulis, hidup kita terasa manis. Salam Jurnalistik..!! Puji Syukur, Alhamdulillah.. Buletin Teropong Episode …

Tahlil Rutin PMII Rayon Pencerahan Galileo – 08 September 2016

Tahlil merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Organisasi PMII Rayon Pencerahan Galileo. Selain sebagai bentuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *