Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Aswaja / Aktivis Saintis : Sebuah Paradigma Gerakan Revolusioner

Aktivis Saintis : Sebuah Paradigma Gerakan Revolusioner

Oleh : Masyhadil Aini *)

RISTEK – Aktivis merupakan identitas bagi mahasiswa yang berperan dalan dunia organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan bahwa aktivis adalah orang yang giat dan semangat bekerja bagi kepentingan organi­sasi politik atau organisasi massa lain. Aktivis mengabdikan tenaga dan pikirannya, tidak jarang mengorbankan harta benda untuk mewujudkan ideologinya.

received_10200439517067113
Diskusi Rutinan Biro Ristek PMII Rayon “Pencerahan” Galileo 2014-2015

Saintis sendiri menurut penulis adalah seorang akademisi maupun peneliti yang bergelut dalam dunia penelitian dan riset maupun teknologi. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengatakan bahwa saintis adalah orang yang ahli dl ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan alam.

Paradigma yang terbangun hari ini adalah adanya sekat atau batas mengenai aktivis dan saintis itu sendiri yang mana pada mainset yang terbangun bahwa aktivis ya hanya fokus dalam dunia keorganisasian saja dan para saintis hanya mengurusi akademisi maupun risetnya saja.

Sedangkan banyak dari kaum akademisi eksak maupun teknik yang juga menjadi seorang aktivis, dan ini menjadi sebuah dilema di kalangan aktivis eksak yang nantinya juga mempengaruhi ranah gerak dan eksistensinya dalam mengamalkan kedua title tersebut.

Dari hasil diskusi ristek oleh aktivis eksakta khususnya dari PMII Rayon Pencerahan Galileo sedikit merumuskan bahwasanya keduanya baik tanggung jawab sebagai aktivis dan kaum akademisi yang identik dengan sebutan para saintis seharusnya juga bisa menyeimbangkan antara keduanya dengan totalitas berperan sebagai kaun intelektual sesuai dengan bidang kejurusannya masing-masing dan amanah yang di emban sebagai seorang aktivis.

Sekiranya PMII Rayon Pencerahan Galileo mempunyai identitas sebagai laboraturium pengembangan minat, bakat dan keintelektualan itulah yang mendasari hadirnya departemen baru yaitu departemen Ristek.

Hasil analisa dari pandangan sahabat-sahabati dari segi mahasiswa, masyarakat dan pemerintah memang ada sistem yang kurang tepat yang sekarang ini menjadi paradigma bersama yaitu tidak adanya korelasi ataupun strategi yang tepat dan terbangun. Sehingga menghasilkan pemikiran bahwa mahasiswa masih belum seutuhnya terfasislitasi dari pemerintah, sedangkan pemerintah sudah memberikan berbagai kebijakan demi kemajuan pendidikan anak bangsa. Dan masyarakat yang sesungguhnya mengharapkan kehadiran sosok seorang agen of change dari mahasiswa yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara ini belum merasakan benar-benar sosok pembawa perubahan dari seorang mahasiswa.

Dimana disini terdapat istilah saling menyalahkan antara pihak-pihak tersebut yang semakin membawa bangsa ini dalam keterpurukan bukan malah menuju kemajuan dan kesemakmuran sesuai dengan cita-cita bangsa ini yang luhur.image_thumb

Intinya sebagai sedikit sumbangsih pemikiran dari sahabat-sahabati merumuskan bahwa mahasiswa atau aktivis yang saintis disini harus mempunyai kreatifitas yang inovatif serta hasil penelitiannya harus implementatif bagi rakyat. Terus mengawal kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Peduli dan berada digarda terdepan pembela rakyat. Dan terus bersama-sama dengan berbagai pihak dalam membangun kemajuan dan kemakmuran rakyat.

Kemudian sikap rakyat atau masyarakat disini juga harus selalu menjaga kearifan lokal baik budaya maupun kekayaan alamnya biar tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan dan biar tidak mudah menerima budaya yang seharusnya kurang sesuai dengan karakter bangsa malah menjadi idola bagi masyarakat kita dan dapat mempengaruhi kearifan lokal yang ada.

Dan yang terakhir yakni dari pemerintah sendiri juga seharusnya mempertimbangkan berbagai kebijakan yang nantinya berpengaruh bagi masyarakatnya, bagi generasi penerus bangsa. Dan terus memfasilitasi ranah gerak dari potensi yang ada pada kaum akademisi, serta memberdayakan mereka-mereka yang sudah berprestasi baik nasional maupun internasional.

Demi kemajuan bangsa dan negara ini seharusnya kita harus menjadi negara yang mandiri dan berdiri di atas kedaulatan rakyat dan pemberdayaan generasi pemudanya.

Statement sahabat-sahabati hari ini mayoritas menyatakan bahwa

Mahasiswa Asik Sendiri

Pemerintah Melupakan Kami

#SaveMasyarakat

ILMU DAN BAKTI KUBERIKAN, ADIL DAN MAKMUR KUPERJUANGKAN.

HIDUP MAHASISWA…. HIDUP RAKYAT !!!

 

*) Penulis merupakan Kader PMII Rayon Pencerahan Galileo, menjabat sebagai Kordinator Biro Riset dan Teknologi (RISTEK) PMII Rayon Pencerahan Galileo 2014-2015

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Kau Anggap Aku Ahlul Bid’ah. Kamu?

PMII Galileo – Berbicara masalah Bid’ah pasti sudah tidak asing lagi dibenak sahabat Galileo. Utamanya …

UIN Maliki Malang Bentuk Lembaga Riset dan Fatwa “Majma’ Al-buhuts wa Al-ifta” 

PMII Galileo – Universitas Islam Negeri Malang, sebagai salah satu Universitas dengan eksistensi yang cukup …

PMII RPG adakan Follow Up MAPABA 2017

PMII Galileo –  Mencetak Kader penerus merupakan kewajiban bagi organisasi kaderisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam …

Sholawat Sumpah Pemuda “Zaman Now” Ala Gus Dur

PMII Galileo- Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, hampir seluruh kalangan pemuda merayakannya, tanpa terkecuali yang masih …

Pemuda Zaman Now Harus Peduli Lingkungan

PMII Galileo – Pemuda merupakan salah satu tonggak menuju kemerdekaan bangsa indonesia. Dan hari ini tepat …

Mengungkap Tabir Saiful Mujani Sang Pengkhianat Intelektual

PMII Galileo – Banyak bahwa yang menyimpulkan pollster di Indonesia berperilaku khianat sudah menjadi pengetahuan publik. …

Cara Pemecahahan Terhadap Penurunan Elektabilitas Jokowi

PMII Galileo – Cara  untuk  meyakinkan dugaan atau hipotetis tentang tingkat keterpilihan Bakal Calon (Balon)/Calon dalam …

GERAKAN AKSI MENULIS

Tanggal 10 November, merupakan hari dimana sejarah tidak bisa di lupakan, hari dimana para pahlawan …

Biografi Agus Herlambang, Ketua Umum PB PMII Masa Khidmat 2017-2019

PMII Galileo – Akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus, lengkapnya adalah Agus Mulyono Herlambang …

Biografi Septi Rahmawati, Ketua PB KOPRI 2017-2019

PMII Galileo – Septi Rahmawati akrab disapa Septi merupakan Putri ke empat  dari Lima bersaudara. Ayahanda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *