Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Aswaja / Tim Kaderisasi PBNU Akan Fasilitasi Pertemuan dengan PMII

Tim Kaderisasi PBNU Akan Fasilitasi Pertemuan dengan PMII

1416732610Tim kaderisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memfasilitasi pertemuan dengan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Ikatan Keluarga Alumi (IKA) PMII untuk membahas lebih lanjut mengenai rencana menarik kembali PMII menjadi badan otonom NU.

“Kami belum mendapatkan mandat dari PBNU, jadi sementara tetap konsentrasi melakukan kaderisasi ke berbagai daerah. Kalau sudah ada mandat dari PBNU kami siap memfasilitasi pertemuan dengan PMII dan IKA-PMII,” kata Koordnator Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik di ruang redaksi NU Online, Jum’at (21/11) kemarin.

Dikatakannya, keputusan Munas-Konbes NU 2014 memberikan batas akhir kepada PMII sampai Muktamar 2015 untuk kembali ke NU merupakan penegasan dari keputusan rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta pada awal periode kepengurusan PBNU 2010-2015. Pada Munas awal November 2012 lalu, perwakilan PWNU se-Indonesia telah sepakat menarik PMII menjadi badan otonom NU.

“Sudah banyak alasan yang disampaikan dan telah diketahui oleh para kader PMII. Namun PBNU tetap perlu menyampaikan secara langsung kepada PB PMII, IKA-PMII, atau jika perlu mengudang PKC-PKC (pengurus koordinator cabang) kenapa PMII perlu kembali menjadi badan otonom NU,” kata Masyhuri Malik.

Menurutnya, program kaderisasi NU di tingkat kampus harus bersinergi dengan program kaderisasi tingkatan lainnya dalam struktur keorganisasian NU. “Sudah dipertimbangkan, apakah PMII independen saja atau bergabung lagi secara organisatoris ke NU, dan Munas-Konbes kemarin memutuskan bahwa kalau PMII kembali lagi ke NU akan lebih besar maslahatnya, baik untuk NU dan PMII sendiri,”katanya.

Ditambahkan, tim kaderisasi NU telah melakukan langkah komunikasi yang baik dengan PMII. PB PMII juga telah mengikuti kegiatan Pelatihan Kader Penggerak (PKP) NU di Pusdiklat NU Rengasdenklok, Karawang. Pada satu angkatan bahkan PKP NU diikuti oleh Ketua Umum PB PMII periode lalu dan jajarannya serta perwakilan PKC PMII dari beberapa daerah.

“Sebenarnya sudah sempat ada kesepahaman mengenai pentingnya PMII kembali ke NU. Tapi ya namanya juga anak muda. Kita lihat saja nanti,” kata Kiai Masyhuri.

PMII didirikan pada 1960 yang merupakan kelanjutan jenjang kaderisasi NU di tingkat IPNU. Pada 1972 dalam suasana tekanan politik Orde Baru PMII menyatakan independen dari NU. Berikutnya, pada 1991 setelah NU “Kembali ke Khittah” PMII telah mengumumkan “interdependensi” yang berarti menjadi bagian dari NU tapi tidak terikat secara organisatoris.

Informasi yang diterima NU Online, PBNU telah menyiapkan beberapa langkah kaderisasi NU di tingkat kampus. Hal ini terkait dengan persebaran kader NU di berbagai perguruan tinggi di Indonesia serta semakin banyaknya kampus baru yang didirikan dengan berbadan hukum NU. Pada Muktamar 2015 nanti, jika PMII tetap tidak mau pergabung dengan NU, PBNU bahkan siap mengajukan nama organisasi kemahasiswaan NU baru yang akan disahkan dalam Muktamar NU 2015. (A. Khoirul Anam)

 

(dilansir Nu Online, 23 November 2014)

Tentang sahabatgalileo

Lihat Juga

Khalifah (yang) Khilaf

Selamat pagi sobat, sudahkah menyeduh kopi di Minggu pagi yang cerah ini ? Jika belum, …

Kri-tikus (yang) Kekinian

Selamat malam para pecandu kopi, selamat bermanja ria dengan cangkir kopimu dan semoga kemesraan itu …

Pentingnya Sholat Lima Waktu

Setiap muslim sudah memahami bahwa sholat lima waktu itu wajib untuk dikerjakan, karena merupakan salah …

Islam Nusantara Tiga Dimensi

Jika menengok sedikit kebelakang, perbincangan tentang Islam Nusantara sungguh terlihat begitu deras saat pra menjelang, …

HARGA MANUSIA LEBIH RENDAH DARI RUPIAH DI NEGRIKU

Sejumlah peristiwa bencana, pembunuhan, hingga kepentingan demi sejumlah uang telah terjadi di negri ini. Mulai dari …

Wanita dan Kepemimpinan

Selamat Pagi Indonesia, Selamat Pagi Kota Malang. Selamat Pagi Mahasiswi. Ya, mahasiswi, penulis kali ini …

Cocokologi Al-Qur’an Sains, ataukan Kesadaran Filosofis?

Oleh : Syaiful Bahri**) Bismillahirrahmanirrahim,,,, Di Era yang sarat dengan Sains dan Teknologi ini, hampir …

interaksi sosial mahasiswa kota malang, dengan budaya menikmati secangkir kopi

Secangkir kopi banyak di artikan oleh masyarakat luas sebagai obat ngantuk ,namun saat ini menikmati …

KH Wahid Hasyim, dari Pesantren untuk Bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah …

Gerakan, Galileo dan Gereja

Oleh : Barokat Anas Ahimsa      Sikap keksatriaan untuk memperjuangkan sebuah pemikiran (tepatnya penemuan-penemuan) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *