Rabu , Desember 12 2018
Breaking News
Home / Sambutan / Sambutan Ketua Rayon PMII Pencerahan Galileo

Sambutan Ketua Rayon PMII Pencerahan Galileo

603034_305598286228278_698754000_nAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Yang terhormat, pengurus PB PMII, PKC PMII, PC PMII, dan PR PMII seluruh Indonesia serta kader PMII di seluruh pelosok nusantara

Yang terhormat, seluruh warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia

Hamdan Wasyukron Lillah, Wasshalatu wassalamu ‘alaa Rosulillah. Waba’d

Indonesia telah mengalami perjalanan panjang sebagai sebuah Negara dengan cita-cita yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Indonesia adalah Negara dengan Sumber Daya Alam (SDA) Terkaya di Dunia, sehingga potensi-potensi pembangunan menuju Negara yang Adil dan Makmur seharusnya menjadi suatu hal yang mudah. Namun faktanya, perjalanan Indonesia menuju terealisasinya nilai-nilai Pancasila sangat sulit dilalui. Bahkan, catatan sejarah menyebutkan bahwa sejatinya hanya sebagian kecil perubahan-perubahan yang dilakukan Rakyat Indonesia menuju Kedaulatan Republik ini seutuhnya, yang sebagian kecilnyapun nyatanya ditunggangi kepentingan politik dari golongan lain atau bahkan Negara lain, sebut saja peristiwa G30S, lengsernya Soekarno, Soeharto bahkan Gusdur. Dinamika perpolitikan pada dekade ini tidak menutup kemungkinan adanya campur tangan kepentingan suatu golongan sehingga tidak ada langkah yang mendinamisasi secara cepat dan terarah. Hal itu menyebar ke seluruh elemen pemerintahan, elemen pengusaha, awak media dan elemen-elemen lainya. Bahkan institusi yang seharusnya suci dari prakter kepentingan politik, digunakan para elit untuk adu eksistensi dan meraup kepentingan pribadi, termasuk di wilayah Pendidikan Perguruan Tinggi.

Carut marutnya negeri ini menyebabkan Indonesia selalu tetap dengan sebutan Negara berkembang, padahal 69 tahun lalu Proklamasi Kemerdekaan Negeri ini sudah dikumandangkan. Apakah hingga yaumul hisab Indonesia akan selalu eksis dengan sebutan Negara berkembang? Jika tidak, apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu terhadap negeri ini? Apa yang sudah dan akan kita lakukan untuk negeri ini? Berapa ratus ribu lulusan PT yang di wisuda setiap tahunnya, baik dari S-1, S-2, dan S-3? Berapa ratus Sarjana, Magister, atau bahkan Doktor bidang Sains yang diluluskan setiap tahunnya? Adakah penemuan para akademisi kita yang begitu berguna bagi kelangsungan perkembangan negeri kaya ini? Saya rasa pertanyaan ini tidak perlu jawaban ketika hanya berupa ‘DIAM’ yang anda lakukan setelah menjawabnya.

Mahasiswa adalah manusia pilihan yang seharusnya mempunyai peranan penting sebagai penggerak bangsa ini menuju progresivitas massif perkembangannya. Mahasiswa sebenarnya bukan mahasiswa yang bangga dengan IPK yang tinggi. Mahasiswa seharusnya lebih peka terhadap realitas social kebangsaan. Ironisnya, posisi ini tidak disadari atau bahkan sengaja untuk tidak disadari oleh mahasiswa saat ini, bahkan ditataran kampus yang menurut hemat saya sangat massif sekali terkait penggunaan isu-isu kebanggaan simbolitas yang realitanya bertentangan. Sungguh merupakan degradasi nilai-nilai nasionalisme yang sangat disayangkan.

Sebagai mahasiswa saintek yang memang berbasis pengembangan ilmu eksakta, bukan hal yang tabu bagi kita untuk belajar dan lebih memahami arti dari sebuah nasionalisme dengan peduli terhadap kondisi bangsa ini. Dengan disiplin ilmu yang kita miliki, kita rubah paradigma berbangsa, gerakan bernegara, dan refleksi keindonesiaan. Semua itu dirasa memerlukan suatu wadah yang menampung kepedulian-kepedulian terhadap negeri ini melalui sebuah organisasi pergerakan. Dengan berangkat dari ideology Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai manhajul fikr dan manhajul harakah, Pergerakan Mahasiswa Indonesia hadir sebagai tameng NKRI dalam mengawal seluruh aspek dalam konteks berbangsa dan bernegara. Dalam perjalanannya sebagai organisasi pergerakan, PMII mampu memposisikan diri sebagai agent of change and agend of social control, baik di lingkup kampus maupun di lingkup luar kampus.

Selaku mandataris Pengurus Rayon PMII Pencerahan Galileo sebelumnya, kami mengajak sahabat-sahabati saintis dalam berkhidmat dan berkomitmen bersama kami dengan taqwa, intelektualitas dan professinalitas demi terciptanya kebenaran kejujuran dan keadilan. Dalam kaidah ushul fiqh disebutkan, “kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir”.

KEJAHATAN YANG MERAJALELA BUKAN DISEBABKAN KARENA SEDIKITNYA ORANG BAIK DAN BANYAKNYA ORANG JAHAT, NAMUN DIKARENAKAN BANYAKNYA ORAANG BAIK YANG MEMILIH ‘DIAM!’ Pantaskan kita masih diam?

 

Tetap dengan tangan terkepal dan maju kemuka!!!

 

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Tharieq

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

 

Tri Angga Deni Istianto

Ketua Rayon PMII Pencerahan Galileo

Masa Khidmat 2014-2015

 

Tentang sahabatgalileo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *